Today's Status

"No Status"

October 20, 2009

CerBung SMU Error : Chapter 1

Dulu di blog yang lama sempet posting cerbung gitu deh, hehehe... gua pindahin kesini ah satu persatu. Mohon komentarnya ya teman-teman, hehehe...

SMU Error
Chapter 1

Bel berbunyi, dan istirahat pun dimulai. Para siswa SMU Cepank berhamburan keluar kelas dan mulai memadati koridor. Tersebutlah seorang siswa bernama Dudy, anak yang kadang rame dan kadang sepi. Ia dan teman-temannya yang bernama Risko dan Andika dalam perjalan menuju tangga turun.

“Eh nyet, makan apa nih kita sekarang?” Dudy nanya dengan semangat. Ia paling senang dengan acara makan-makan. Badan boleh atletis tapi nafsu makan kaya biang orang.

“Kita makan NTT aja.” Kata Risko, pria gendut berkacamata yang chuby. Dia anak band dan megang drum. Oh ya, NTT adalah singakatan dari Nasi Tinggal Tunjuk.

Mereka bertiga akhirnya tiba dilantai dasar gedung. Di lantai ini sudah berkumpul sekitar 300 siswa yang akan keluar dari melalui sebuah gerbang selebar 1 meter. Gerbang 1 meter? Iya, karena sebenarnya gerbang itu dapat dibuka sampai kelebaran 2,5 meter, namun karena takut waktu KBM berlungsung banyak yang pada cabut ke kantin, maka ditutup sebanyak 1,5 meter. Dan saat masuk gerbangnya akan ditutup seutuhnya.

“Woy sabar woy, sabar-sabar-sabar! Ngantri.” Seru Andika, pria hitam dengan rambut keribo.
Dari belakang orang-orang sudah mulai iseng mendorong-dorong. Ada yang tersiksa ada yang terlena. Tersiksa karena gempet-gempetan (bagi cewek), terlena karena digempet sama dua toket penuh susu (bagi cowok).

“WOI JANGAN DORONG-DORONG DONG! NORAK AMAT SEH!!!” Yang ini adalah suaranya Olive. Pinter dan Gahar.

“Olip!” Seru Dudy. “Lo udah ngerjain Mat, blom?”

“Udah emang napa?” Kata Olip.“

Bukunya ada disiapa?” Tanya Dudy seraya terbawa arus manusia.

“Ada di temen gw, tar gw kasih.” Olip juga berseru dari belakang.

Akhirnya Dudy, Risko dan Andika berhasil keluar melalui Pintu Seleksi Manusia kepa.rat itu. Ada beberapa korban jiwa dan mahluk yang tidak berhasil melewatinya. Sehingga mereka harus berbalik dan keluar melalui lobi. Dudy dan teman-temannya langsung bergegas ke menuju kios Nasi Tinggal Tunjuk. Namun sayangnya, sodara-sodara. Kios itu sudah penuh, sehingga Dudy dan kedua temannya harus menggunakan salah satu jurus andalan mereka; Jurus Empet-empetan! Senggol kiri-senggol kanan! Dan akhirnya mereka dapat mendekati kios NTT itu.“Bu, makan Buuu!” Seru Risko seraya melihat makanan.

“Wah nyet udah mau abis nih!” Andika berkata saat melihat lauk-lauk makanan sudah mulai abis.

“BU BU SAYA DULUAN BU!” Dudy sontak menjerit-jerit, supaya didengan si ibu penjual NTT.

“iya-iya sabar-sabar, semuanya kebagian!” kata si ibu mulai kelabakan karena permintaan pelanggan semakin banyak.

“Aduh bu udah mo mati neh! Nasi bu nasi!” seru Risko.

“WOI GUA DULUAN DOOONG!!”

“Eh monyet, pengang kuping gua tau!” kata Dudy.

“nyantai dong mas!”

Dan akhirnya setelah berusah payah dengan kristalisasi keringat Dudy, Risko dan Andika berhasil mendapatkan makanan mereka. dan dengan beringas mereka menyantap makanan mereka.
Sasaran pembantaian makanan berikutnya adalah gorengan. Kali ini Dudy dan kawan-kawan menggunakan trik yang lain. Gorengan adalah salah satu objek yang harus ditaklukan dengan uang. Siapkan uang seribu rupiah dan pembantaian di mulai.

“Bang, gorengan bang.” Kata Risko setelah tiba di gerobak gorengan.

“Ambil aja, ndut!” kata si tukang gorengan.

Dudy, Risko dan Andika mulai menyantap gorengan. Gelombang pertama 3 gorengan telah bernasip naas. Ngobrol sebentar sambil mengamato cewe-cewe yang lagi mondar-mondir, beberapa ada yang menatap Dudy sebentar. Berharap pas pulang langsung ditembak sama Dudy (cuih…)
3 gorengan berikutnya sudah menerima ajal mereka. tubuh tak berdaya mereka telah dicerna oleh zat asam dilambung. Belum lagi algojo-algojo cacing perut yang sudah menanti. Ngobrol-ngobrol lagi sebelum 3 sandra gorengan lain yang diambil secara acak kembali mengalami nasib yang serupa.

“Eh gila ya, masa si Denise hamil!” kata Andika.

“serius lo nyet, hamil! Yang bener lo!” Dudy menanggapi dengan cepat.

“sama siapa?”

“itu sama si Edo, nggak pake kondom kali terus kejebolan.” Kata Andika.

“Wah kacau tuh. Trus abis itu?” Dudy bertanya sambil menyantap gorengan lagi. Sementara si tukang gorengan sibuk melayani permintaan pasar yang semakin melonjak naik.

“katanya di keluarin dari sekolah.” Kata Risko, ia juga menyantap gorengan lagi.

“si Edo juga. Mampus tuh orang. Lagi kerjanya M.L mulu bukannya belajar.” Kata Dudy, gorengan berikutnya langsung masuk sekali lahap.

Dan sebelum mereka kembali ke kelas, Dudy, Risko dan Andika kembali mengambil gorengan dan pergi ke kelas. Jadi total-total ada 15 gorengan yang di makan mereka bertiga. Bayangkan, sodara-sodara, dengan uang Rp.1000,- mereka bisa menikmati 15 gorengan lezat dan gurih. Berarti satunya berapa?
Setibanya di kelas suasana sedang ribut. Kelas 1.13 kalo saat istirahat kerap menjadi salah satu objek wisata anak-anak kelas 1. Karena isinya murid-murid yang cantik, tampan, pintar, gaul, kaya dan enerjik. Jadi banyak yang berkunjung kesini, walaupun hanya melepas penat, berinteraksi, mengunjungi handai taulan atau mengadakan studi banding. Pada saat istirahat populasi kelas 1.13 meningkat 2 kali lipat dari jumlah warga yang terdaftar sebagai WN 1.13, selebihnya adalah imigran asing yang datang ke kelas.
Bel berbunyi dan para siswa yang bukan berkebangsaan 1.13 harus meninggalkan kelas elite tersebut dan kembali ke tempat-tempat kumuh mereka. para siswa 1.13 mulai bercanda dan mengobrol sambil menunggu datangnya guru kimia yaitu Bu Epi. Namun sampai menit ini si Epi belum muncul juga. Dan bagi 1.13 rumor cepat sekali muncul; beberapa orang mengira Bu Epi tersiram cairan yang sedang ia teliti dan sekarang kulit mengelupas sehingga harus dibawa kerumah sakit. Yang lain mengira bu Epi menginjak kulit pisang dan bergelinding jatuh dari tangga. Namun sampai rumor ini beredar luas dikalangan masyarakat 1.13 belum ada konfirmasi kepastian mengenai keadaan bu Epi.
Para cowok mulai menyelinap keluar dan akhirnya bermain-main di koridor. Hal itu menarik perhatian yang lain sehingga hampir separuh kelas keluar untuk berkeliaran di koridor sekolah. Dan tak terhidarkan lagi, suara gaduh terdengar membahana.

“HEI-HEI-HEI-HEI, Masuk kalian!” seru Bu NR, guru agama yang kelasnya tepat diseberang kelas 1.13. Ganas!

Bagaikan ayam didalam peternakan, seluruh siswa yang tadinya di luar berebutan masuk ke kelas. Kemudian mereka menuju tempat duduk masing-masing.

“Heh siapa yang ngajar sekarang?” Tanya Bu NR.

“Bu Epi, buuu!” kata Rinrin Sumiati. “Tapi nggak dateng.”

“Tapi udah dikasih tugas kalian?”

“Udaaah.”

“Kalo udah ngapain kalian masih gentayangan diluar? Jangan keluar-keluar lagi!” kata Bu NR, iapun meninggalkan kelas tersebut dan kembali ke kelasnya.


Bersambung...
sambungannya ntar yah, wuakakak...

Related Posts

There are 5 comments on post : CerBung SMU Error : Chapter 1

Henny Y.Caprestya said... (Reply)

lha,,lha..makan 15 gorengan cuma Rp 1000? dimana itu? henny juga mau dooong...hahahaha

Clara said... (Reply)

keknya gw udah pernah baca ya ell

Sang Cerpenis bercerita said... (Reply)

duh, rugi deh tuh penjual gorengan. kasihan kan...

Sang Cerpenis bercerita said... (Reply)

komentku dah muncul belum ya?

Ellious Grinsant said... (Reply)

Mbak Henny - Cuma ada di SMA saya dulu mbak. Mantab kan! hahaha...

Clara - Iye mpok, ini cuma kopi paste aja... heheh :D

Mbak fanny - Iya tuh, rugi mulu. Soalnya pelakunya nggak cuma satu...

Post a Comment