January 4, 2010

Di Bus Kota


Source : google.com

Bangun pagi sih niatnya pengen nganterin materi hasil rekaman ke temen di kampus. Namun seperti biasa malas menghasut diri gua yang baby face ini untuk tidur satu jam lagi, terpaksa deh.
Lalu setelah menguatkan niat gua akhirnya bangun dan mandi. Setelah siap gua lantas berangkat. Yup, semua sudah pada tahu dong kalo gua tipe selebritis yang merakyat, maka dari itu gua memilih naik bus kota daripada mengendarai Gallardo LP560-4 gua. biarlah mobil itu beristirahat untuk sementara waktu.

Ada yang menarik di bus kota saat ini. Entah kenapa bus yang gua tumpangi banyak sekali anak kecilnya. Awalnya sih nggak ngeh karena sedang asik melayani permintaan signature dari pada fans (Baca : Bengong), namun pas nyampe tol baru sadar kalo ternyata ada banyak anak kecil di bus ini. Ada apa ini? Akhir pekan kan masih lama, ini baru hari rabu! Dalam sekejap gua merasa bukan didalam bus kota melainkan berada dalam bus taman kanak-kanak, sempat berpikir kenapa waktu itu gua nggak buka kelas bernyanyi aja biar tambah pas feel bus TKnya.

Tepat disebelah gua ada seorang bapak-bapak beserta anaknya yang berjenis kelamin sama. Sepertiny anak itu baru berumur 3 tahun dan selama di bis anak itu hobi banget berdiri.  Tingkah anaknya sih gua masih wellcome, cuma yang gak gua suka tingkah laku induknya yang secara perlahan kakinya ngangkang semakin lebar, porsi kursi gua kan jadi berkurang secara perlahan tapi signifikan. Maka pada akhirnya gua menahan paha gua agar ekspansi ngangkangan si bapak itu tidak terus berlanjut. Disebelah gua yang lain ada seorang ibu-ibu yang sedang menyusi anaknya. Kaki si bayi itu senantiasa menendang-nendang gua. Sempat berpikir apakah si anak itu pengen ikutan minta tanda tangan gua, tapi seperti gua hanya berhalusinasi. Bayi itu masih asik menikmati susu.

Okay, gua masih di Bus-kota-yang-untuk-saat-ini-terasa-seperti-bus-taman-kanak-kanak dan hal lain yang tidak kalah aneh dan menggelikan muncul.

Yak, seorang pengamen! bukan pengamen biasa yang menyanyikan lagu, atau pengamen asal-asalan yang nanyi asal jadi lalu ujungnya melakukan ritual mengemis semi memalak dan mengancam kepada penumpang. Pengamen yang satu itu melakukan nyanyi yang aneh, alat musiknya berupa kecrekan yang terbuat dari kumpulan tutup-tutup botol yang digepengkan dan disatukan diatas sebuah potongan kayu dengan paku sebagai penahan. bunyinya cukup familiar namun bunyi itu kalah jauh dengan lagu yang dilantukan sang pengamen.

Pengamen itu bukan bernyanyi tapi... seperti sedang melakukan hafalan nama-nama kota di indonesia. Dia menyanyikan lagu tidak jelas lalu disambung dengan menyebutkan lebih dari 30 nama kota. Lalu kemudian nyanyi lagi dan menyebutkan lagi 30 nama kota yang lainnya. Lalu nyanyi lagi dan kali ini dia menyebutkan 20 kawasan pada sebuah daerah. Contoh di bekasi, dia menyanyi lalu entah bagaimana dia mengaitkan lagunya dengan nama-nama kawasan di bekasi; Bulak kapal, bekasi barat, bantar gebang, pekayon, jati asih dan seterusnya. gua cukup aneh bin geli mendengar nyanyian yang diselingin acara menghafal nama-nama kota itu. Dia one of a kind mungkin, satu-satunya pengamen yang menggunakan mix antara menyanyi dan hafalan nama kota. Yakin deh nilai IPS dia bagus... :p

Akhirnya gua turun dari bus dan menuju ke kampus... sial ternyata temen gua udah berangkat magang. Mubazir deh gua ke kampus hari itu...
Gua memutuskan untuk pulang, karena hari semakin panas gua memutuskan untuk naik AC. Oh ya, untuk diketahui aja. Patas AC sangat nyaman dinaiki pada kondisi cuaca berawan atau sedikit mendung, dan sangat tidak disarankan menaiki pada saat hujan deras. Karena di bus tersebut air hujan akan diteruskan kedalam bus untuk dikucurkan didalam bus a.k.a bocor! Jadi pada saat hujan pilihlah bus yang tidak AC namun dengan kondisi yang masih baru! seperti patas 9A, sebagian besar sudah menggunakan bus baru, gua biasa naik bus itu kalo keadaan hujan deras.


Rabu, 30 Desember 2009

Related Posts

There are 4 comments on post : Di Bus Kota

Clara said... (Reply)

jiakakak, kalo gue nek bus pasti ketemunya sama abang-abang yang bau ketek

ninneta said... (Reply)

ahahahahahaaa..... seru sekali hari nya... udah lama nggak naik bis... ngojek terus nih... gara-gara suka membujuk diri sendiri untuk tidur sejam lagi... hihihihihi

-Gek- said... (Reply)

Pengamennya udah keliling dunia kali...

Eh, gambar bisnya mengingatkanku pada bis kota di Aussie. :)

Ellious Grinsant said... (Reply)

Clara - Wuakakaka... itu sih sial di elu, wuakakaka...

Ninneta - Coba aja naik bus, beberapa bus sudah di upgrade ke bus baru...

Mbak Gek - Wuakakakak... mantab kali tuh pengamennya.

Post a Comment