January 30, 2011

Kesepiannya Ceriaku


This picture is not mine | : )

Tadi aku menghabiskan waktu malamku yang membosankan dengan menonton dvd yang aku beli beberapa jam lalu sepulang dari gym. Malam ini malam minggu dan seperti biasa aku hanya akan berada di rumah saja, atau berada ditempat fitnes yang sengaja aku lama-lamain biar kesannya aku adalah "orang yang punya acara di malam minggu". laptop ku akan menjadi teman malam mingguku ketika tiba di rumah, karena seringnya malam minggu tv dipakai oleh papa atau mamaku untuk nonton sinetron Putri yang Ketuker. Dan ketika pukul 10 malam, ketika aku merasa ruang tv sudah kosong akupun menyalakan dvd film berjudul "Bangkok Traffic Love Story". Lagi-lagi sebuah film yang mampu membuat aku mellow...

Entah mengapa, akhir-akhir ini  mellow sering menyerang diriku. aku sendiri... tak ada yang menemani. Dan ketika perasaan ini datang aku hanya bisa menahan rasa tersebut. Karena aku sendiri... tak ada yang menemani. Tak ada seseorang yang akan menjawab "Hallo" lalu aku bisa dengan bahagia berkata "i love you". Tak ada yang bisa ku pegang tangannya ketika berjalan di keramaian. Tak ada yang akan tersenyum manis ketika aku menatapnya dan berkata aku sedang bahagia. Salah satu temanku pernah berbijaksana dengan berkata:
"Mendingan kamu mengalami kesusahan dan tidak ada teman yang bisa kamu ajak untuk ikut merasakan penderitaan kamu, daripada ketika kamu merasakan kebahagian namun kamu tidak memilki seseorang untuk berbagi kebahagiaan."
Ya... aku sendiri dan sepertinya akan selalu sendiri... Dan ketika bahagia ku kelak, aku akan menikmatinya sendiri...

Dan setelah aku menonton film itu, perasaan itupun kembali datang... dan aku hanya bisa menahan. Merasa akan susah tidur, terpikirkan kenyataan bahwa aku akan berusia 22 tahun dan tidak ada seseorang yang bisa menemaniku meniup lilin bersama. Aku akan berusia 22 tahun dan aku masih saja membeli tiket nonton untuk diriku sendiri.

Ketika aku merasa kesepian menonton sendiri dibioskop... sampai aku menikmatinya... sampai aku kembali merasakan kehampaan saat menonton sendirian. Aku merasa iri ketika melihat sepasang kekasih berjalan berdua. Terseyum... tertawa... bahagia. Sementara aku hanya duduk... termenung... hampa.

Banyak yang mulai aku ubah pada diriku. Jika aku membandingkan diriku dengan ketika aku SMP maupun SMA, aku memang benar-benar merasakan perubahan yang luar biasa. Sangat luar biasa. Sahabat-sahabatku bahwa membenarkannya. Sebuah perubahaan mental yang panjang dan tidak mudah. Kalau tidak mau aku bilang ajaib. Kini aku merubah diriku... aku merubah fisikku. Aku mulai memahat tubuhku, mengepiskan badanku dan memperindah tampilanku. Semua itu untuk satu hal... agar aku bisa pantas menjadi seorang pria yang menawan. Okay, kalian bisa mengatakan diriku sebagai metroseksual, tapi aku harus mengakui bahwa akan sangat ingin tampil baik. Namun bukan untuk jadi berlebihan.

Aku melakukan itu semua untuk berbagai alasan yang sepertinya klise namun aku merasakannya realita menganggukan kepala. Ketika aku berpacaran maka aku tidak akan mempermalukan diriku atau wanitaku ketika berjalan bersama. Ketika pergi kondangan kita berdua tidak akan malu-maluin. Ketika melamar pekerjaan aku akan memiliki sedikit kelebihan yang bisa menolongku, ketika aku berada dikeramaian aku bisa mendapatkan sebuah kesempatan menjadi pusat perhatian.

Namun pada kenyataannya semua hanyalah titik awal. Dan sekarangpun begitu. Aku belum mendapatkan apapun yang kumau. Kekasih, tubuh indah, pekerjaan, kelulusan, Samsung Galaxy Tab, Iphone 4G... kepuasan. Aku masih belum jauh dari garis start, karena sepertinya aku hanya merangkak, bukan berlari. Dan pelari yang lain sudah jauh didepanku, aku hanya menatap dan terus merangkak. Hidupku merangkak, pelan sekali.

Dan ketika satu jam setelah aku menonton film itu, aku terpaku didepan laptop ku. Alunan lagu-lagu mellow yang sengaja aku atur playlistnya yang sejauh ini baru 4 lagu yang aku putar terus-menerus, aku merasakan perasaan mellow itu. Yang aku sadar berikutnya perasaan 'ingin' merasakan yang film itu berikan. Ingin merasakan yang "sepasang-kekasih-berjalan-bersama" rasakan. Merasakan yang "membeli-tiket-nonton-untuk-dua-orang" rasakan. Namun entah mengapa itu semua sangat sulit untuk aku dapatkan. Aku pemilih, memang benar, karena aku ingin yang terbaik sebagaimana aku berusaha menjadi yang terbaik. Namun.............. aku belum mendapatkan apa-apa, dan belum menghasilkan apa-apa.

Film itu berhasil menyiksaku malam ini... lagu-lagu mellow ini berhasil menyiksaku malam ini... ku matikan laptopku, dan ku beranjak ke tempat tidur ku. Memeluk bantal guling, memeluk kenyamananku pagi-pagi buta ini.

Untuk kesekian kalinya aku merasakan... sendiri... benar-benar sendiri. Hampa... : (



Note : Untuk pertama kalinya aku menggunakan Tag "Love"  pada postingan ini. Sepertinya saat ini aku sedang tidak menjadi diriku. :p

Related Posts

There are 23 comments on post : Kesepiannya Ceriaku

Itik Bali said... (Reply)

Kenapa menuliskan tag love bukan menjadi diri sendiri?
wajar lagi bang, cinta kan milik semua manusia #sok bijak

Gaphe said... (Reply)

sama koq, senasib ma saya..
sering ngerasa gitu juga, tapi bukankah bahagia itu balik lagi ke pilihan kita sendiri dan bukan tergantung pada barang atau orang lain kan?..

ayoo..semangaaat!!..
syukuri yang ada sekaraang..

-Gek- said... (Reply)

hampa terasa -- hidupku tanpa dirimu..
prikitiew. :)

Clara Canceriana said... (Reply)

el? ini elo yg nulis?
ayo semangat dong, merangkak pelan pun asal selamat tentunya itu yang terbaik kan?
jangan menyerah, inget om J, ok?

Ellious Grinsant said... (Reply)

@ Itik Bali

Hahaha, udah keseringan jadi diri sendiri, jadinya pengen nyari pasangan juga, hahaha...

Ellious Grinsant said... (Reply)

@ Gaphe

Iya, makasih atas sarannya mas bro. hehehe... akan terus semangat, pastinya dengan postingan narsis setelah ini.

Ellious Grinsant said... (Reply)

@ -Gek-

Hihihi, ibu yang satu ini nyanyi Ari Lasso, wuakakakakak...

Ellious Grinsant said... (Reply)

@ Clara Canceriana

Iya nih gua gara-gara semalem abis nonton tuh film Thailand jadi berubah jadi aneh gitu.
Untungnya nih pagi udah balik normal lagi, hahaha...
Gak mungkin nyerah lah, orang baru mau 22 tahun, masa udah nyerah, hahaha...
Pastinya selalu inget ama Om J. Thanks yaaa, hehehe...

fan said... (Reply)

wah, 22 masih kecil. wkt umur segitu aku juga sendiri. gak punya pacar tapi bisa menikmati hidup. ya, wajar sih..kalo merasa sepi sendiri. akan ada saatnya kamu ketemu belahan jiwamu kok utk berbagi suka dan duka. tenang....makanya jgn cerewet, lhooo? kok, jadi ngomel hee he he..

intinya : jalani hidup dengan berpikir positif. Tentu aja buka mata dan hati. kali aja ada bidadari nyasar yg bisa kamu raih hatinya.

fan said... (Reply)

eh, tapi asli..aku juga kaget bacanya.kayak bukan kamu yg nulis nih..ayo, semangatt..setuju dg komentar si Gaphe. 22 itu masiiiiih mudaaaaaa..masiiiiih ada waktuuuuuuu....

Flowern said... (Reply)

heh... sepertinya cinta jadi masalah semua orang. bukankah lebih bagus kalo kita menyadarinya sekarang, daripada waktu nanti kita jadi lebih tua?

kira2 mana yg lebih sedih... kesepian karena tidak ada seorangpun di samping kita, atau ada orang disamping kita, kita masih merasa kesepian?

(kadang2 aku jg merasa hal yg sama, tapi ga mau memikirkannya) semangat!!

Henny Yarica said... (Reply)

huehehe,,,iya ya. secara nggak sadar ternyata saya juga baru kali ini membaca postingan melankolis punyamu El!

Ellious Grinsant said... (Reply)

@ fan

Makasih mbak Fanny, emang si Clara juga bilang kaya bukan aku yang nulis, hahaha... abis semalem lagi berasa melankolis banget jadi kebawa deeh, hahahahah...

Makasih atas masukannya mbak, iya ini lagi serius memperbaiki diri untuk jadi lebih baik lagi...

Ellious Grinsant said... (Reply)

@ Flowern

Iya, saya juga sering merasakan kaya gitu terus mengesampingkannya, cuma... datengnya sering banget, masa dikesampingin mulu, hahaha... agak capek juga jadinya, wuakakakakak...

Ellious Grinsant said... (Reply)

@ Henny Yarica

Iya mbak Henny, seumur-umur kayanya baru pertama kali ini bikin postingan melankolis kaya gini. Ampe bikin 2 tag baru malah, hahaha...

Bagaskara Putra said... (Reply)

Sabar aja bang, soal jodoh udah ada yang ngatur kok, cuma perlu waktu untuk mendapat yang tepat :)

Ellious Grinsant said... (Reply)

@ Bagaskara Putra

Bener mas bro, kalo jodoh mah Tuhan yang ngatur, tapi kalo pacaran kan kita yang ngatur,wuakaqkqkakak...

exort said... (Reply)

nikmatin aja kesendirian itu

Ellious Grinsant said... (Reply)

@ exort

Udah keseringan nikmati kesendirian mas, ampe bosen, wuakakakak...

BeBek said... (Reply)

Ini kunjungan pertama, salam kenal...

Sabar iia Bang, suatu saat nanti si pujaan hati pasti bakal datang kok...
jadinya, gag akan merasa kesepian lagi...

chici said... (Reply)

Memang terkadang kalau kita ngerasa sendiri bisa suka dateng pikiran aneh2 gini nih, tapi nggak boleh langsung down ya Grisant...
Merangkak itu kan lebih bagus daripada tidak melakukan perubahan sedikit pun.
Aku bisa ngomong gini karena beberapa waktu yg lalu ngalamin hal yg sedikit mirip ama kesepianmu itu (ya ampe sekarang jg msh sering muncul sih) dan malah buat perubahan jelek banget buat diriku, bahkan aku udah sampai pada titik aku benci pada diriku sendiri, intinya itu semua ada dalam mind set kita, bahagia adalah pilihan...
ambil positifnya aja ya Grisant
jgn sampai gara2 ngerasa kesepian kamunya jadi nggak berusaha gapai semua keinginan yg udh kamu jabarin di atas itu, yg penting jgn berpatok pada pandangan orang lain deh, karena kalo ngerasa gini biasa kita jadi lebih sensitif dan malah makin tenggelam ama rasa sepi dan hampa itu, ini nih yg bahaya, ujungnya malah bisa depresi, menurut aku sih jadi diri sendiri aja dan bisa ngelola rasa sepi itu sekalian buat lebih introspeksi diri sendiri dan lebih bersyukur dgn apa yg kita pnya sekarang!
Semangaaaaat Grisant (>o<)/

Btw aku udah lama banget pengen nonton Bangkok Traffic Love Story itu, belum nemu DVDnya
*mupeng

Ellious Grinsant said... (Reply)

@ BeBek

iya, ini lagi menunggu dengan kesabaran yang di kali 100 dipangkatin 10.000 wuakakakakk...

Ellious Grinsant said... (Reply)

@ chici

Makasih banyak ya chichi... komenmu mencerahkan sekali seperti sinar matahari yang cerah... wuakakakak... thanks sekali lagi...

Post a Comment