November 24, 2017

Yang Saya Suka Dari Traveling

Sebelum menjawab pertanyaan tersebut, izinkan saya bercerita mengenai pengalaman traveling saya terlebih dahulu. Saya memang bukan tipikal orang yang rajin melakukan traveling, karena dari segi dana saja saya tidak mempunyai cukup budget untuk melakukan traveling secara rutin. Tidak hanya itu, pekerjaan saya sebagai karyawan kantoran juga membuat saya tidak memiliki banyak waktu untuk melakukan traveling.

Namun setiap ada kesempatan bagi saya untuk melakukan traveling, maka saya akan menjadikan itu sangat bermakna dengan persiapan yang matang. Karena saya ingin mendapatkan sebanyak mungkin pengalaman dan perasaaan yang bercampur aduk ketika saya melakukan traveling. Dari beberapa trip yang pernah saya lakukan, jujur memang saya lebih suka melakukan traveling ke kota-kota urban. Alasannya sederhana saja; saya ingin melihat bagaimana kehidupan masyarakat di sana. Bagaimana cara mereka berinteraksi, bagaimana perilaku mereka, bagaimana budaya mereka dan aspek kehidupan bermasyarakat lainnya yang bisa saya dapati dari mereka. Saya bukanlah tipikal orang traveler yang bepergian ke tempat-tempat eksotis seperti ke Labuan Bajo, atau Amazon atau Afrika. Walaupun pastinya saya tidak akan menolak jika ada yang ngajak ke sana. Namun juga bepergian sendirian, biasanya saya akan pergi travel ke kota-kota urban.

Seperti ketika saya pergi ke Malaysia, tepatnya ke Kuala Lumpur, dimana saya bisa menyaksikan bagaimana kehidupan masyarakat di sana. Betapa senangnya saya ketika melihat sebuah negara yang yang memiliki jalan raya yang tidak sumpek dengan mobil pribadi. Ketika transportasi berjalan dengan baik, ketika kehidupan mereka begitu hiruk pikuk, namun tidak semrawut.
Apalagi ketika saya berkunjung ke kawasan Cyberjaya dan Putrajaya, dimana saya melihat sebuah lingkungan yang, entah mengapa membuat saya ingin sekali tinggal disana. Sebuah lingkungan yang jauh dari kata keramaian dan hiruk pikuk namun ada cukup banyak bangunan modern dan ikonik di sana. Entah mengapa kota tersebut seolah dihuni penduduk yang tidak terlalu banyak. Berada di kota Cyberjaya ini, saya merasakan ketenangan dan ketentraman tersendiri yang tidak bisa saya dapatkan di tempat lain, khususnya di Jakarta.

Atau ketika saya pergi berwisata di pusat kota Bandung, tepatnya di Cihampelas. Dimana di sana, hampir seperti jantung dari Kota Bandung. Saya bisa melihat bagaimana warga Bandung yang begitu hidup dan begitu dinamis, berkumpul untuk sekedar berekreasi ataupun bersosialisasi.
Atau ketika saya pergi ke Thailand, dimana saya bisa melihat sebuah kota yang hampir mirip dengan Jakarta namun saya masih bisa menyaksikan berbagai perbedaan yang cukup membuat negeri ini, menjadi sebuah lokasi wisata yang membuat wisatawan berencana untuk kembali berkunjung. Masyarakatnya majemuk, dan mereka sangat menghargai perbedaan. Terlihat ketika saya menyaksikan seorang transgender bisa dengan percaya diri berjalan diantara hiruk pikuk manusia tanpa perlu risih, atau malu, atau diperhatikan banyak orang dengan tatapan aneh. Dan ketika saya bertanya kepada peduduk setempat, dirinya mengatakan bahwa masyarakat Thailand sangat percaya akan karma, sehingga mereka tidak mau merugikan atau berbuat jahat satu sama lain. Karena takut karma buruk akan menimpa mereka. Sebuah filosofi kehidupan yang sebenarnya cukup adil dan cukup baik untuk dijalankan. Namun soal macet, hahaha… Bangkok sama aja dengan Jakarta.

Jika anda baru pertama kali traveling atau ingin menjajal solo travel, maka sudah pasti Singapura menjadi negara yang pas untuk dijadikan destinasi wisata. Walaupun sebelumnya saya sudah pernah traveling ke Malaysia dan Thailand, namun untuk Singapura adalah negara pertama yang saya kunjungi sendirian. Dan sudah tidak perlu diragukan lagi bahwa Singapura adalah negara yang ramah untuk para traveler pemula, apalagi seperti saya yang bepergian sendirian.


Jauh sebelumnya, saya memang sudah mengincar negeri ini sebagai tujuan pertama saya ketika melakukan solo travel. Karena bagi saya, Singapura adalah negara yang menampilkan nuansa urban paling kuat di Asia Tenggara, serta sudah sejak lama pula saya ingin merasakan sendiri bagaimana nuansa urban pada negeri itu. Sehingga ketika saya berkesempatan untuk menjelajah Singapura, tak perlu waktu lama bagi saya untuk segera membuka traveloka dan memanfaatkan layanan booking tiket pesawat dan hotel sekaligus. Karena saya orangnnya nggak mau ribet, maka saya lebih suka membuat segala sesuatu menjadi efektif dan efisien, seperti layanan yang diberikan Traveloka ini. Bisa pesan hotel dan tiket pesawat sekaligus, apalagi dengan diskon hingga Rp.500.000, kita #JadiBisa lebih hemat. Prosesnya pun juga mudah. Kamu cukup memilih menu “Pesawat + Hotel” pada halaman Home Traveloka. Lalu kamu bisa memasukan tujuan terbang kamu, serta kota tujuan kamu saat mencari hotel nanti. Jangan lupa untuk memasukan tanggal bepergiannya. Lalu klik “Cari Paket”.

pic: traveloka.com
Cukup dengan beberapa saat, kamu akan disuguhkan dengan berbagai pilihan paket hotel dan pesawat dengan harga yang kompetitif. Kamu cukup memilih mana yang menurut kamu paling sesuai dengan budget kamu. Biasanya, dengan model kombinasi kamu akan mendapatkan harga yang lebih murah. Jadi selain lebih praktis, harganya pun cenderung lebih hemat.

pic: traveloka.com
Jika kamu sudah menemukannya, kamu cukup klik tombol orange bertuliskan “pilih”, setelah itu kamu akan dibawa ke halaman detail penerbangan dan hotel kamu, yang bisa kamu rekonfigurasi ulang sesuai dengan pilihan kamu. Mau ganti jam terbangnya, atau mau ganti pilihan kamarnya, semua bisa kamu lakukan disini. Jika seluruhnya sudah sesuai, dan detail harga baru sudah di-update, kamu bisa lanjut ke halaman pengisian data kamu sebagai penumpang. Isi data kamu sesuai dengan data yang tertera pada Paspor kamu supaya memudahkan kamu nantinya.

pic: traveloka.com
Jika semua sudah terisi dengan benar, kamu bisa klik tombol “lanjutkan” yang terletak pada bagian bawah. Kamu akan dibawa ke halaman review, dimana kamu bisa melakukan finalisasi cek dan konfirmasi apakah paket yang kamu pilih sudah benar, apakah data kamu sudah sesuai atau belum. Jika dirasa semua sudah sesuai, maka kamu tinggal “Lanjut ke Pembayaran”, selesai deh.

pic: traveloka.com
Kembali ke cerita. Singapura memang memberikan pesona urban yang luar biasa. Gedung-gedung tinggi, transportasi yang sangat baik, masyarakat yang sibuk berlalu-lalang dengan pakaian kerjanya, wajah-wajah sibuk dan serius yang selalu saya temui di setiap sudut ibu kota. Hingga berbagai peraturan dan kedisiplinan yang pada akhirnya membuat saya terpesona. Jangan ragukan kebersihan negara ini, karena meludah saja anda tidak boleh sembarangan. Jangan khawatir akan macet di negeri ini, karena sebagian besar masyarakatnya memang lebih memilih menaiki transportasi umum. Jangan ragukan modernitas negeri ini, karena hampir seluruh fasilitas dibuatkan fungsi otomatisnya. Jangan heran dengan kekakuan para penduduk ini, Karena bisa dibilang orang-orang di Singapore tidak “sesantai” kita para penduduk J-town. Dan jangan pula ragukan kecepatan Internet di negera ini. Karena sebagai salah satu negara di dunia yang paling banyak dituju untuk berwisata, Singapura memberikan kecepatan internet yang luar biasa.
Memang akan sangat jarang pada itinerary traveling saya terdapat spot-spot wisata seperti Teropong Boscha di Bandung, atau Kuil Budha Zamrud Wat Phra Kaew di Bangkok, atau Istana Negara Malaysia atau Mesjid Sultan di Singapore. Karena tujuan saya travel memang untuk mengalami dan merasakan sendiri denyut kehidupan masyarakat secara legit. Ketika makan bersama ribuan orang di Jalan Alor Malaysia, dimana saya bisa menikmati berbagai kuliner menarik dan menyaksikan bagaimana para warga makan bersama, berkumpul bersama dan saling bercerita. Atau ketika menyaksikan sendiri riuhnya Kuala Lumpur City Center (KLCC) dimana orang-orang berlalu-lalang dalam sebuah stasiun besar dengan tujuan mereka masing-masing. Atau makan siang di salah satu kantin lokal yang terdapat di bawah Jurong East Station di Singapura.

Atau ketika saya berdiri sendiri dan menatapi kehidupan masyarakat di Singapura saat berada di Orchard Road. Menyelami menikmati Nasi Briyani di salah satu restoran di Little India. Berjalan-jalan di Chinatown dan Bugis Street. Menyatu dengan para penghuni MRT dan melesat bersama di kereta bawah tanah sambil melihat bagaimana mereka bertingkah laku di dalam kereta.

pic:google
Atau ketika bersama teman-teman mencoba menyelami kehidupan malam Thailand di Silom Street di Pusat kota Bangkok. Bagaimana saya bisa menyaksikan dengan mata kepala saya sendiri banyak hal “luar biasa” yang membuat saya mendefinisi ulang makna kekuatan dan kemampuan manusia. Menyaksikan berbagai show unik, menarik, tak terlupakan dan penuh dengan tawa dari pertunjukan dunia prostitusi Thailand yang telah berkembang sedemikian rupa.

Atau mungkin yang terdekat, ketika saya pulang pukul 2 pagi dari Cihampelas Walk Mall Bandung, dan saya melihat ada banyak orang duduk-duduk di mall yang sudah tutup itu, untuk sekedar berkumpul, mengobrol atau mencari Pokemon ketika saat itu masih booming. Atau menikmati kuliner Seblak yang sesungguhnya, di pinggir sebuah jalan raya di Dago, Bandung.
Pertama kali naik pesawat | pic:instagram/@grinsant
Dari semua pengalaman itu akhirnya membuat saya memaknai setiap aktivitas traveling saya sebagai sebuah kesempatan untuk menyelami kehidupan diberbagai kota dan negara. Merasakan Singapore yang sesungguhnya, merasakan Bangkok yang sesungguhnya, merasakan Kuala Lumpur yang sesungguhnya, merasakan Bandung yang sesungguhnya. Karena bagi saya pengalaman itu begitu berharga dan tidak bisa digantikan dengan apapun.

Saya yakin! Karena tidak ada yang bisa menggantikan tawa lepas saya ketika menyaksikan show waria di salah satu club di Bangkok. Terasingnya saya di pusat kota Bangkok dan sulit sekali menemukan orang yang bisa berbahasa Inaggris. Pusingnya saya yang harus mencari-cari tempat merokok, Karena di Singapura saya tidak bisa sembarang merokok. Berantem dengan supir taksi India di Malaysia Karena menggunakan argo yang tidak sesuai. Mendadak menjadi menyukai lagu “Beautiful”-nya Aziz Harun, karena lagu itu yang paling sering diputar ketika saya naik KLIA Ekspres di Malaysia, dan masih banyak lagi. Itu semua pastinya tidak akan bisa tergantikan dengan apapun, dan akan selalu bisa menjadi cerita menarik untuk saya bagikan kepada siapapun.


Jadi jika pada akhirnya saya diberi pertanyaan;
“Apa yang kamu suka dari Traveling?”

Maka jawaban saya adalah:





regards,

Related Posts

There are no comments on post : Yang Saya Suka Dari Traveling

Post a Comment