January 17, 2017

Movie Review - Patriots Day

img:slashfilm.com
Sebenarnya waktu mau nonton film ini, gua gak tahu bahwa film ini ternyata diangkat dari kisah nyata tragedi bom di Boston. Baru ketika mulai memasuki adegan dengan setting jalanan tempat akan diselenggarakannya acara maraton, baru gua sadar bahwa film ini diangkat dari tragedi memilukan itu.

Berkisah mengenai orang-orang yang secara tidak langsung berkaitan dalam tragedi bom pada acara lari maraton di Boston. Ada Tommy Saunders (Mark Walhberg) yang merupakan seorang sersan yang berada di lokasi kejadian ketika bom meledak. Lalu ada Ed Davis (John Goodman) yang bersumpah ingin sesegera mungkin menemukan pelaku dari pengeboman ini, ada Sersan Jeffrey Pugliese (J.K. Simmons) yang menjadi salah satu orang penting pada saat penangkapan salah satu pelaku bom yang diwarnai dengan adegan tembak-tembakan yang membabi-buta, serta beberapa tokoh lain yang secara tidak langsung berkaitan dengan peristiwa ini. Kronologis film ini dimulai dari persiapan acara maraton dan berakhir ketika para pelaku pengeboman tertangkap.

Peter Berg sebagai sang sutradara sepertinya berhasil menvisualisasi ulang peristiwa bom Boston ini ke dalam sebuah film dengan durasi 130 menit. Sepanjang film kita akan disuguhkan dengan adegan-adegan yang intens, berkat editing filmnya yang terbilang oke. Walaupun pada satu adegan anda mungkin akan menyadari bahwa film ini terasa lama, namun itu tidak menurunkan nilai baik dari film ini.

Adegan meledaknya bom dibuat serealistis mungkin hingga melibatkan gambar-gambar dari CCTV dan gaya handheld dan goyangan2 ala video amatis, sehingga membuat atmosfir kekacauan dari ledakan bom film ini benar-benar terasa. Adegan ledakan terasa mendadak dan tidak terduga, seperti yang memang terjadi sebenarnya. Tidak hanya itu adegan tembak-tembakan pada saat penampakan sang teroris di jalan perumahan padat penduduk juga terasa seru dan intens, gua kerap beberapa kali menahan nafas ketika tiap bom dijatuhkan pada adegan ini.

Gua tidak terlalu mempermasalahkan mengenai plot film ini, karena memang sebenarnya tidak ada masalah. Film ini seolah mencoba merekonstruksi kembali peristiwa bom Boston ini dari awal hingga akhir, dengan mengedepankan aspek-aspek perilaku setiap orang dalam menangani dan mengalami kejadian ini. Mulai dari polisi yang sibuk di lokasi kejadian, para dokter rumah sakit yang kewalahan dengan berdatangan para pasien, tim FBI yang sibuk memecahkan kasus, hingga adegan penangkapan para pelaku.

Satu mungkin hal yang gua kurang suka dari film ini. Yaitu akting Mark Wahlberg yang terlihat tidak sungguh-sungguh dalam film ini, dan di film-film drama lainnya. Entah kenapa gua gak merasakan simpati pada karakter Tommy Saunders ini, apalagi sikapnya yang tempramental membuat sulit bagi gua untuk bersimpati pada karakter ini.


Score : 7,5 / 10




regards,

January 12, 2017

Why I Need Samsung Gear Fit2


Menjalani hidup sebagai seorang pekerja di usia 27 tahun memang bukan perkara yang mudah. Ada banyak hal yang membuat saya kewalahan dan ingin sekali mencari jalan keluar. Saya bukan sedang terlilit hutang, bukan, namun saya membutuhkan bantuan untuk menata hidup saya untuk menjadi lebih baik. Lalu hidup yang bagaimana yang harus membutuhkan bantuan untuk diperbaiki?

Bekerja dari pagi hingga sore hari membuat sebagian besar orang, termasuk diri saya menjadi lebih malas untuk beraktivitas sepulang kerja. Jangankan untuk olah raga, untuk pergi-pergi saja rasanya sudah terlalu lelah. Bawaanya pengen langsung pulang saja, lalu makan dan segera menuju ke kasur untuk istirahat. Namun pada akhirnya itu malah membawa saya ke masalah yang baru. Kegiatan makan, tidur, ngantor yang terus-menerus secara repetitif membuat bobot tubuh saya secara perlahan tapi pasti meningkat. Tidak hanya itu rasa lelahpun secara perlahan mulai sering menghampiri saya. Entah ini akibat bobot tubuh saya yang semakin meningkat, atau karena rutinitas saya yang padat, atau memang karena saya jarang berolahraga. Untuk naik lantai satu tingkat saja dengan menggunakan tangga saya sudah merasa ngos-ngosan, apalagi jika beberapa lantai?

img:news.samsung.com/us
Salah satu teman saya pernah memberikan saran kepada saya untuk banyak bergerak atau berolahraga. Setidaknya lari pagi atau bersepeda seminggu sekali untuk menyegarkan tubuh. Namun hal yang menjadi kendala adalah saya tidak punya alat untuk mengukur hal-hal semacam itu. Seperti sudah berapa langkah yang saya capai hari ini. Sudah berapa kalori yang sudah saya bakar. Berapa heart rate saya ketika berolahraga. Karena bagi saya hal-hal seperti itu sangat berguna untuk mengecek perkembangan hasil dari setiap olahraga yang saya lakukan.

Bisa dibilang saya adalah orang yang result oriented. Tapi, hei, semua orang juga ingin mendapatkan hasil dari setiap apa yang mereka kerjakan, bukan? Jadi bisa dibilang wajar jika saya juga membutuhkan hasil dari setiap apa yang saya kerjakan atau lakukan. Seperti halnya gaji dari hasil saya bekerja, kesimpulan dari hasil analisa saya, penghargaan dari hasil usaha saya dan masih banyak lagi. Maka ketika saya berolahraga saya pastinya membutuhkan hasil berupa data-data yang bisa saya lihat sebagai hasil olahraga saya. Apakah saya sudah mencapai goal 10.000 langkah perhari, apakah saya sudah berhasil membuang 300 kalori ketika saya berolahraga selama 30 menit, atau apakah saya sudah berhasil berlari sejauh 5 kilometer pada pagi hari ini. Karena data-data itulah yang pada akhirnya membantu saya untuk tetap konsisten dalam berolahraga. Dan saya membutuhkan sebuah alat yang bisa memberikan itu semua.

img:samsung.com/global

Dan saya melihatnya pada Samsung Gear Fit2. Sebuah alat hebat untuk fitness dan berolahraga. Samsung Gear Fit2 sudah seperti "segala sesuatu" yang saya butuhkan untuk memberikan saya presisi, kelengkapan dan data akurat. Dengan alat keren ini, saya bisa mengetahui sudah berapa banyak langkah kaki yang saya lakukan, sudah sejauh mana saya lari pagi, sudah berapa banyak kalori yang saya buang, bahkan sampai mengukur kualitas tidur saya; apakah malam tadi saya sudah mendapatkan tidur yang berkualitas hingga level deep sleep. Atau hanya sekedar tidur tanpa benar-benar mengistirahatkan tubuh saya.

img:samsung.com/global
Satu fungsi utama yang memang paling saya butuhkan ketika berolahraga. Yaitu GPS System yang tertanam langsung dalam Gear Fit2 ini. Apa keuntungannya? Jawabannya adalah; saya bisa bebas berolahraga, lari pagi, bersepeda dan lain sebagainya tanpa harus repot-repot membawa ponsel saya. Biarlah ponsel saya tetap di rumah, namun history olahraga saya tetap tersimpan dengan baik berkat fungsi GPS ini. I can go farther and i go better!

Tidak hanya itu, sebagai Fitness Tracker yang juga merangkap Smartwatch, Gear Fit2 yang saya butuhkan ini juga bisa memberikan notifikasi pesan masuk seperti, SMS, Whatsapp, bahkan email. Sehingga ketika saya sedang sibuk beraktifitas, berolahraga, bahkan sedang berkendara, saya tidak perlu repot-repot mencari-cari ponsel saya ketika ada pesan masuk. Cukup melihatnya melalui pergelangan tangan saya. Untuk mendengarkan Spotify saat berolahraga pun saya sudah tidak perlu repot-repot mengeluarkan ponsel saya, cukup dengan beberapa sentuhan di Gear Fit2 ini, dan alunan lagu-lagu favorit saya pun sudah mengalun di earphone saya. Benar-benar sebuah efisiensi yang efektif bagi saya yang selalu membutuhkan "kelengkapan" dan "efisiensi."

img:samsung.com/global
Tidak hanya itu, fungsi anti air yang terdapat pada Samsung Gear Fit 2 ini benar-benar akan sangat membantu saya dalam berolahraga dan kehidupan sehari-hari. Saya tidak perlu takut untuk tetap menggunakan alat ini ketika hujan deras mengguyur atau bahkan ketika saya ingin berenang untuk membakar kalori dan lemak ditubuh. Gear Fit2 akan selalu prima kapanpun dan dimanapun. Berolahraga dan beraktivitas pun bisa selalu maksimal karena ditemani 24 jam oleh alat keren ini.

Jadi jika saya sekarang sudah menjadi member di sebuah fitnes center di jakarta, kini saya tinggal membutuhkan Samsung Gear Fit2 sebagai pelengkap saya berolaraga dan beraktivitas untuk hasil yang maksimal.

Selain berolahraga, bersosialisasi juga menjadi hal yang perlu saya jaga untuk menyeimbangan kehidupan dan pekerjaan. Jika yang namanya bersosialisasi dengan teman-teman atau kolega, sudah pasti hal yang tidak akan pernah terlewatkan adalah sesi foto bersama. Sebagai bentuk sebuah pengabadian momen-momen berharga, maka berfoto menjadi sebuah keharusan ketika saya dan teman-teman saya berkumpul dan bersenda-gurau.

Sayangnya ponsel-ponsel zaman sekarang kurang bisa mencukupi kebutuhan saya untuk foto dengan hasil yang baik. Dimana ketika saya dan teman-teman saya hendak melakukan selfie, hasil fotonya akan terlihat gelap, atau jika ingin mendapatkan hasil foto yang terang maka kita harus mencari spot-spot terang untuk berfoto bersama. Maklum, karena masing-masing dari kami sudah bekerja, maka waktu yang lowong untuk kumpul-kumpul bersama hanya ada di malam hari selepas pulang kantor. Oleh karena itu, saya membutuhkan ponsel yang bisa memberikan hasil selfie yang terbaik dikala malam hari.

img:samsung.com/id
Samsung J5 mungkin menjadi salah satu jalan keluar bagi saya. Sebagai sebuah smartphone harga terjangkau yang mencoba memberikan manfaat lebih, Samsung J5 menjadi sebuah jalan keluar bagi setiap orang yang doyan selfie dimalam hari, apalagi ramai-ramai. Seperti saya yang memang gemar selfie ramai-ramai pas pulang kantor. Sudah pasti yang saya butuhkan adalah 2 hal; Yang pertama adalah fitur wide selfie, yang membuat saya bisa puas foto selfie bareng teman-teman tanpa perlu takut tidak ada yang masuk ke frame. Yang kedua adalah fitur flash yang terdapat di kamera depan.

Benar, fitur Front Flash pastinya menjadi sebuah penolong bagi kaum-kaum pekerja macam saya yang nongkrongnya cuma pas jam pulang kantor saja. Kumpul malem-malem ditempat yang kebanyakan remang-remang dan ketika giliran selfie bingung mau gimana supaya hasil selfienya cerah. Dengan fitur front flash, maka setiap selfie yang saya ambil hasil pastinya akan selalu sempurna. Selamat tinggal zaman-zaman suram selfie, selamat datang era selfie cerah.

img:samsung.com/id
Jika Front Flash membantu saya untuk mengabadikan momen-momen kebersamaan dengan sahabat-sahabat saya. Maka RAM 2 GB, Prosesor Quad Core serta kapasitas storage yang cukup besar sudah jelas akan membantu saya dalam kehidupan saya sehari-hari. Saya bisa membayangkan berbagai aplikasi penting seperti WhatsApp, Gojek, Slack, Outlook dan berbagai aplikasi lainnya bisa saya instal untuk memaksimalkan aktivitas saya yang dinamis.

Memang sekarang sudah banyak smartphone yang bisa memberikan segudang manfaat yang bikin hidup lebih nyaman. Namun saya raya cuma Samsung J5 saja yang tetap memberikan banyak manfaat untuk saya namun dengan harga yang jauh lebih terjangkau. Apalagi saat saya membutuhkan Samsung Gear Fit2 untuk membantu saya menata kembali kesehatan saya agar lebih baik, maka Samsung J5 akan menjadi tempat saya menyimpan dan memaksimalkan segalanya.

Jadi jika ditanya alasan mengapa saya layak mendapatkan salah satu produk dari Samsung Gear Fit2 atau Samsung J5? maka jawaban saya adalah: Karena saya memang sangat membutuhkannya... untuk kehidupan saya yang lebih baik : )

Terima Kasih.
 
img:samsung.com/global



regards,

January 11, 2017

Movie Review - La La Land

img:impawards
Salah satu alasan kenapa gua tertarik nonton La La Land adalah karena film ini bermandikan pujian dan awards di Golden Globe 2017. Itu saja sudah cukup membuat gua tanpa pikir panjang lagi langsung online booking film ini pada hari perdana penayangannya... di Indonesia. Dan benar saja pujian dan award yang diberikan pada film ini memang beralasan.

La La Land bercerita mengenai Mia, seorang pramuniaga yang sebenarnya bercita-cita ingin menjadi aktris, dan sudah berkali-kali mengikuti audisi casting namun selalu gagal. Suatu hari dirinya bertemu dengan Sebastian, seorang musisi Jazz yang karena ingin bertahan hidup, terpaksa harus mengorbankan idealismenya. Kisah cinta mereka pun dimulai. Kebahagiannya mereka terus berkembang sampai menuju titik menurun, ketika masing-masing mulai fokus dengan tujuan karirnya dan semakin jarangnya mereka bertemu.

Gua menyukai film ini karena entah mengapa, terdapat unsur magis yang membuat La La Land begitu spesial. Terlebih sang sutradara berhasil membawa unsur klasik pada film ini dengan baik walaupun setting pada cerita film ini ada di zaman sekarang. Plot cerita dibuat dengan bagus walaupun pada pertangahan plot cerita ini sedikit melempem, namun itu tidak menjadikan sebuah kerugian pada film ini. Musik dan lagu pada film ini begitu enak di dengar, apalagi lagu "City of Stars" yang dibawakan di film ini memenangkan penghargaan Golden Globe 2017 untuk kategori "Best Original Song - Motion Picture". Jangan ragukan akting Ryan Gosling dan Emma Stone pada film ini, mereka berdua menang Golden Globe juga lewat film ini.

Selain opening film yang begitu musikal dan meriah, alur cerita yang enak diikuti, akting pemainnya yang memukai, film ini juga memiliki ending mengejutkan yang luar biasa. Sebuah ending yang akan membawa penonton terus memikirkan film ini setelah keluar dari bioskop dan terus membekas. Sebuah ending yang begitu masuk akal, begitu mungkin terjadi, dan tidak mengada-ngada. Mungkin ini yang menjadi salah penyebab utama mengapa film ini memenangkan penghargaan film terbaik untuk ketagori Musikal di Golden Globe 2017.

Sebagai penyuka film drama-musikal atau penyuka film pada umumnya, sepertinya anda tidak boleh melewatkan film La La Land ini. Karena film ini memberikan sebuah tontonan yang menyenangkan serta dapat membekas di hati. Sayang aja kalo nggak sampai nonton.


Score : 8,5 / 10
Note: Film ini sepertinya hanya tayang di jaringan 21Cineplex.



regards,

January 10, 2017

Movie Review - The Unspoken

img:SFFWorld
Pernahkah kalian menonton film horror dimana bukannya perasaan takut yang dirasakan, melainkan perasaan kesal? Jika belum, mungkin bisa mencoba menonton film ini. Bercerita mengenai seorang gadis yang ditawari pekerjaan menjadi baby sitter untuk anak dari seorang ibu tunggal. Masalahnya ibu tunggal dan anaknya ini tinggal disebuah rumah yang terkenal dengan reputasinya sebagai rumah yang angker. Sehingga gangguan-gangguan gaib yang sering terjadi pada umunya mulai dialami oleh gadis ini, ataupun warga sekitar yang berada disekitar rumah ini.

Apa yang menyebalkan dari film ini? Begitu banyaknya adegan mengagetkan yang pada akhirnya bikin gua kesal. Bahkan sampai adegan mainan mobil yang tiba-tiba gerak aja sampe harus ditambahin sound mengaggetkan. Okelah film ini memang pengennya ngagetin, tapi masa iya disetiap kesempatan harus dipaksain ada adegan yang ngagetin, kan orang jadinya malah bete ya. Tidak hanya itu, jalannya cerita yang bodoh dengan karakter-karakter yang bodoh juga membuat film ini semakin sempurna mengecewakannya. Walaupun film ini memiliki ending yang twist, namun hal itu tidak menutup kemungkinan akan rentetan kebodohan pada film ini.

Tapi kalo emang kalian adalah para "Kaget Maniak" mungkin film ini bisa menjadi hiburan sempurna untuk anda, karena anda bisa kaget-kagetan tanpa perlu peduli akan kualitas ceritanya.


Score : 3.5 / 10
Note : Film ini hanya tayang di jaringan CGV & Cinemaxx



regards,

January 9, 2017

Movie Review - Arrival

img:youtube
Pada awal gua mengira ini adalah film science-fiction yang penuh dengan adegan action. Tapi ternyata saya salah, film ini adalah film drama yang tergolong berat. Berkisah tentang mendaratnya beberapa pesawat alien di permukaan bumi yang membuat seisi bumi bergejolak. Namun anehnya pesawat-pesawat alien tersebut tidak melakukan penyerangan atau apapun juga. Hingga akhirnya umat manusia mengirim orang-orang terbaiknya untuk memasuki pesawat alien tersebut untuk berinteraksi dengan para alien dengan tugas mengetahui apa tujuan para alien tersebut datang ke bumi.

Arrival bisa diakui sebagai salah satu film drama yang berat, karena mamadukan unsur fiksi ilmiah dan ilmu kebahasaan serta beberapa unsur lain yang ikut terlibat. Walaupun begitu cerita yang disajikan tergolong bagus walaupun dari segi alur agat lambat, yang membuat gua sering kali ganti-ganti posisi duduk karena merasakan kebosanan. Alur yang lambat ini bisa saja disebabkan karena cerita pada film ini berpusat pada satu karakter saja, sementara karakter yang lain hanya hadir sebagai pendukung saja. Bahkan Jeremy Renner pun, disini hadir sebagai pendukung dari Amy Adams sebagai si karakter utama. Jika saja, Jeremy Renner sendiri mempunyai konflik tersendiri pada film ini, mungkiiiin... film ini akan menjadi lebih menarik dan tidak sedatar ini.

Pesan yang ingin disampaikan oleh film ini cukup bagus sehingga pada akhirnya film ini bisa menjadi film bisa diterima oleh banyak pihak. Tapi entahlah, diriku merasa film ini akan masuk kategori "Film bagus tapi mudah dilupakan", karena begitu dramanya dan begitu datarnya film ini.

Secara keseluruhan Arrival bisa menjadi alternativ tontonan yang cukup berkualitas disaat stok film bagus lagi minim banget dibioskop-bioskop kesayangan anda. Cumaaaa, ya gitu deh, harus siap ama plotnya yang rada bikin bosen. Atau setidaknya bagi gua, hehehe...


Score : 7 / 10


regards,

January 6, 2017

Movie Review - The Great Wall

img:anoncraf

Sebagai film pembuka di awal tahun 2017, gua akui gua menyukai film The Great Wall ini. Berkisah tentang fungsi lain dari tembok besar China yang ternyata bukan hanya menangkal serangan tentara tentara, melainkan untuk menghadang serangan sesuatu yang jauh lebih ganas. Disamping itu masih ada juga beberapa sub plot yang dibuat untuk memperkaya cerita dari film ini, walaupun sebenarnya sub plotnya sendiri kurang begitu menarik untuk dijadikan fokus penonton.

Yang gua suka dari film ini adalah betapa kolosalnya dan betapa detilnya film ini dibuat. Kolosalnya bisa dilihat dari banyaknya talent yang masuk dalam frame saat adegan perang terjadi. Agak tidak mengherankan sih, karena hampir sebagian besar film kolosal China yang dibuat oleh sineas China menggunakan begitu banyak figuran untuk benar-benar menghidupkan kesan megah dan wah. Sementara untuk detailnya, gua cukup kagum dengan departermen artistik yang sanggup memberikan detail yang baik pada setting film ini. Selain itu, adegan perang dan action dalam film ini juga dibuat dengan agak brutal, sehingga bagi yang menonton mungkin akan bergidik ngeri. Untungnya gua suka dengan adegan-adegan seperti itu, karena jadi terkesan lebih nyata.

Ada beberapa adegan dari film ini, mengingatkan gua akan adegan serangan zombie yang terdapat pada film World War Z. Entah emang adegan serang zombie yang mencoba melewati dinding pertahanan terlihat begitu masiv, wah dan masuk akal, sehingga beberapa film termasuk film ini menirukan adegan tersebut atau entahlah. Untuk Matt Damon sendiri gua cukup kaget melihat dia mulai banyak main dalam film-film action macam ini, mengingat bahwa dulu dia pernah berujar lebih suka main dalam film-film yang bukan model ini, lebih kepada film serius.

Secara keseluruhan film ini sangat seru untuk disaksikan. Apalagi sinematografi pada film ini bisa gua akui cukup keren. Dan untuk porsi adegan perangnya juga sangat seru untuk disaksikan, karena dibuat dengan intense dan agak brutal. Dan sebagai film pembuka di tahun 2017 ini, gua suka. Hehehe...


Score : 7.5 / 10




regards,

January 5, 2017

Movie Review - Why Him

img:foxmovies.com

Film ini mengisahkan tentang seorang ayah yang mendapati anak gadis kesayangannya berpacaran dengan orang yang "aneh". Lebih aneh lagi, karena saat hendak mengunjungi kediaman anak gadisnya, ternyata sang ayah beserta istri dan anak lelakinya dibawah ke rumah si pacar anak gadisnya tersebut. Dan hal-hal konyol dan super akwardpun terjadi.

Hmmmm, film ini sebenarnya bisa menjadi sangat lucu. Namun entah mengapa plot pada film ini terkesan terlalu dipaksakan sehingga membuat film ini terkesan biasa saja. Namun porsi lucunya masih cukup bikin ketawa sih. Cuma ya gitu deh.


Score : 5.5 / 10



regards,

January 4, 2017

Movie Review - ELOISE

img:google
Tadinya gak mau nonton film ini karena pas liat trailernya kurang menarik. Cuma karena pada waktu itu stok film yang belum gua tonton semakin sedikit. Jadi mau gak mau gua nonton film ini, dan ternyata film ini sebenarnya menarik dan bahkan cukup membuat depresi walaupun agak sedikit mengecewakan sih, hehehe...

Bercerita tentang seorang pemuda bernama Jacob yang ditinggal meninggal sama ayahnya. Ternyata ayahnya mewariskan harta yang terbilang sangat besar untuk Jacob, karena rupanya bisnis almarhum ayahnya cukup sukses. Sayangnya harta warisan sang ayah baru bisa Jacob nikmati jika dirinya bisa menyertakan sertifikat kematian dari bibinya, yang merupakan pasien yang meninggal di rumah sakit jiwa Eloise. Dan dari sinilah awal mula Jacob berencana untuk masuk ke rumah sakit jiwa yang sudah lama ditinggalkan namun tetap dihuni oleh para hantu.

Entah mengapa, sepertinya sang sutradara ingin memaksakan untuk menyisakan dua tokoh utama saja. Sehingga tokoh-tokoh yang lain sengajak dimatikan untuk mencapai tujuannya tersebut. Walaupun memang ingin menuju tujuan tersebut, sebenarnya nggak perlu ampe maksain matiin dua tokoh secara berturut-turut sih, sehingga keseruan jadi agak luntur. Untuk porsi horornya sih film ini tidak melulu menampilkan setan-setan yang mengagetkan, penonton bahkan dibawa ke flashback sejarah dari rumah sakit tersebut. Beberapa adegan yang ditampilkan dalam film ini cukup ekstrim dan sanggup membuat depresi. Apalagi ending dari film ini juga nggak biasa, sehingga film ini sebenarnya nggak jelek-jelek amat sih.


Score : 6 / 10
Note: Film ini hanya tayang di CGV dan Cinemaxx aja.



regards,

December 30, 2016

Movie Review - Cek Toko Sebelah

img:filmbor.com

Film yang lucu adalah film yang berhasil membuat orang yang sedang kesal menjadi tertawa, dan film Cek Toko Sebelah gua bilang berhasil melakukannya.

Jadi insidennya gua nyampe ke salah satu bioskop dibilang Slipi pada suatu malam. Mengingat gua tiba 10 menit sebelum film dimulai maka gua buru-buru ke loket penjualan tiket untuk membeli tiket. Masalahnya loket tiket disatukan dengan penjualan makanan, sehingga ketika orang sudah lama-lama memilih film, lalu lama memilih kursi, kini mereka juga lama-lama memilih makanan dan minuman, sebelum kemudian dilanjutkan dengan proses pembayaran yang juga lama, hingga pada akhirnya gua harus menunggu lebih dari 5 menit. Padahal itu untuk nungguin 1 orang aja. Wajar lah gua kesal.

Oke, berlanjut ke filmnya. Kenapa gua bilang film ini berhasil lucunya, lantaran film ini berhasil membuat gua tertawa disaat gua sedang kesal dan emosi. Bercerita tentang seorang anak bungsu bernama Erwin (diperankan oleh Ernest Prakarsa) yang sedang menapaki jalan kesuksesan karier, mendadak dimandatkan oleh ayahnya untuk menjaga toko milik ayahnya. Sementara itu ia memiliki seorang kakak yang sebenarnya ingin mengurus toko ayah mereka namun tidak diberi kepercayaan oleh sang ayah, sehingga membuat sang kakak merasa tersinggung dan tersisihkan. Masalah semakin rumit ketika pacar Erwin terus memaksa Erwin untuk meninggalkan toko sang ayah dan kembali fokus berkarir, serta ada orang lain yang juga ingin membeli toko tersebut.

Jujur, hal yang paling menjual dari film ini adalah porsi kelucuannya yang merata dari awal sampai akhir. Bahkan kelucuan lainnya juga hadir secara mengejutkan dengan adanya cameo special yang bikin kita terkejut dan tertawa. Sementara untuk cerita, sebenarnya problematika pada film ini cukup rumit, namun entah mengapa plot yang ada malah membuat problem ini terkesan dipaksakan serta dengan penyelesaian yang terkesan gampangan. Walaupun Ernest Prakasa pada film ini merupakan tokoh sentral, namun entah mengapa simpati penonton malah lebih banyak kepada Yohan yang diperankan oleh Dion Wiyoko, mengingat masalah yang dirinya hadapi jauh lebih sulit secara psikologis.

Sebagai film akhir tahun Cek Toko Sebelah bisa menjadi pilihan anda untuk melepas penat dan mencari hiburan. Karena joke-joke pada film ini walaupun ada beberapa yang garing, namun cukup banyak yang bisa membuat kita tertawa. Apalagi gua yang tadinya dalam keadaan kesal, bisa terhibur dengan film ini. Nice!


Score : 7.5 / 10




regards,

December 22, 2016

Movie Review - Assassin's Creed

img:foxmovies.com

Ceritanya kayanya agak-agak mirip the matrix gitu, Correct Me If I Wrong, karena gua gak main gamenya. Tentang seseorang yang harus masuk ke dunia lain untuk mencari sebuah benda pusaka. Dimana benda itu nantinya bisa menjadi kunci untuk perdamaian dunia. Tapi serius deh, selama awal-awal film gua sempat tertidur. Mungkin antara kelelahan bekerja keras seharian atau karena film ini memang agak membosankan. Terlebih action di film ini juga nggak terlalu wah, sehingga film pada akhirnya berakhir mengecewakan.


Score : 5 / 10


regards,