November 18, 2017

Pengen Tahu namun Tidak Peduli



Pada suatu sore, di sebuah jalan raya yang cukup padat, kendaraan hilir mudik, pejalan kaki memadati trotoar yang juga diserebot sama pemotor-pemotor bangsat dan polusi udara yang memuakkan. Terjadilah sebuah kecelakaan, bukan kecelakaan besar, namun hanya sebuah kecelakaan kecil. Sebuah kecelakaan yang melibatkan dua buah motor saling bertabrakan. Tidak ada yang terluka, namun buntut dari kejadiaan ini terjadilah adu cekcok yang berujung pada sebuah perkelahian.

Tahukah kalian apa yang dilakukan oleh orang-orang disekitarnya? Bisa dipastikan 90% dari masyarakat yang berada disana hanya akan diam terpaku sambil menyaksikan. Separuh dari 90% masyarakat tersebut biasanya akan merekamnya di handphone mereka untuk kemudian dibagikan di akun media sosial mereka. Mencoba untuk meraih sedikit kepopuleran atas video yang mereka upload. Mungkin ada 10% dari 90% masyarakat yang melihat itu cukup bodoh untuk melakukan selfie dengan latar belakang kejadian perkelahian itu. 5% masyarakat yang lain kemungkinan akan melihat sebentar dan kembali melanjutkan aktivitas mereka. 5% masyarakat yang lain mungkin akan turun tangan untuk melerai dan mendamaikan suasana.

Contoh lain, ketika ada bencana banjir dan ada orang yang hanyut terbawa banjir. Sudah bisa dipastikan kondisi yang sama akan terjadi di masyarakat sekitar. 90% dari mereka adalah penonton setia kejadian tersebut. Lalu sebagian dari 90% masyarakat tersebut akan merekamnya melalui handphone, mungkin dengan sesekali berteriak, "Pak itu tolongin pak, ada yang hanyut. Masyaawloooooh!", namun tangan tetap teguh merekam. Lalu ada lagi yang selfie atau foto-foto ditempat kejadian. Lalu ada pula sebagian masyarakat yang tidak peduli, dan pada akhirnya ada sebagian kecil orang yang benar-benar melakukan aksi penyelamatan, dimana mereka juga jadi objek tontonan warga berkat aksinya.

Atau peristiwa lain, dimana terjadi tabrak lari yang menyebabkan satu orang pengendara motor tewas. Pasti kalian sudah bisa mengetahui bahwa 90% dari warga yang berada disana hanya akan nontonin tuh mayat. Sebagian dari populasi 90% itu akan merekam di handphonennya, sebagian lagi menfotonya lalu disebarkan ke media sosial secara membabibuta. Biasanya foto atau video diupload dengan disertai deskripsi; "Hati-hati guys kalo berkendara, jangan sampai jadi korban tabrak lari seperti mas-mas di foto ini. Stay safe, stay strong!". Sebagian lagi selfie di lokasi kejadian, dan sisanya hanya diam nontonin tuh mayat segar. Pasti juga ada sebagian yang tidak peduli dan terus melanjutkan aktivitas mereka. Dan pada akhirnya ada sebagian kecil orang yang berinisiatif untuk menutup mayat tersebut dengan koran, atau menghubungi pihak-pihak yang berwenang untuk menangani korban tabrak lari ini.

Jika di luar negeri sana ada masyarakat yang tidak peduli dan terus beraktivitas ketika ada sebuah kejadian luar biasa terjadi. Atau ada masyarakat yang secara aktiv berpartisipasi menolong ketika ada sebuah kejadian tragis terjadi. Di sini ada tipe masyarakat yang luar biasa. Tipe yang gemar menonton tanpa melakukan apa-apa. Tipe yang berdiri diam menyaksikan sebuah peristiwa tanpa peduli akan apa yang sebenarnya sedang terjadi. Yang mereka pikirkan hanyalah mata mereka diberikan suguhan tontonan yang menarik. Tipe masyarakat yang menjadikan segala sesuatu sebagai bahan tontonan, bahan materi yang berharga untuk diupload di media sosial, bahan obrolan yang bisa mereka ceritakan dan gosipkan dengan teman atau keluarga mereka. Namun tidak ada tindakan interaksi apapun yang mereka lakukan dengan objek tontonan mereka. Entah mereka sedang berkelahi, kesusahan atau bahkan sedang meregang nyawa.

Kebanyakan dari mereka biasanya akan beralasan; "Nggak ah, saya nggak mau ikut campur. Ntar saya kenapa-napa lagi.", atau "Aduh mas, saya nggak berani ngapa-ngapain korbannya. Lagi luka parah, ntar takutnya saya salah pegang eh malah mati." atau "Maaf mas, saya pas kejadian nggak mau ikut campur, ntar yang ada malah tambah kisruh." Alasan-alasan seperti inilah yang mereka buat sebagai tameng melindungi diri mereka dibalik aksi mereka nontonin setiap kejadian tanpa melakukan apa-apa.

Pengen Tahu namun Tidak Peduli, inilah fenomena yang sedang marak terjadi di masyarakat. Generasi masyarakat yang hanya cuma kepo, haus akan informasi, haus akan berita luar biasa, namun hanya untuk "cukup tahu aja". Mulai dari masalah rumah tangga orang, skandal video bokep, hingga kejadian tabrakan dimana ada satu korban yang sedang sekarat. Sebagian besar masyarakat kita pasti hanya ingin datang untuk MELIHAT. Membuka google untuk mendapatkan link download video bokepnya. Mengkepoin teman sebayanya untuk mengetahui informasi mengenai kebenaran rusaknya rumah tangga temannya yang lain. Mencari informasi ke semua orang mengenai isu perselingkuhan yang dilakukan oleh teman kantornya. Atau ketika mereka cukup berani atau cukup dekat dengan objek, mereka biasanya akan dengan terang-terangan mengorek informasi langsung dari objeknya. Menyudutkan mereka hanya untuk memuaskan dahaga nafsu mereka akan informasi dan kebenaran gosip-gosip. Atau di peristiwa lain, ketika ada korban penganiayaan yang sudah diselamatkan polisi dan sedang dalam penanganan medis, pasti ada aja orang yang iseng menghampiri untuk sekedar bertanya-tanya; "Bagian mana mas ya luka? oh di punggung? Oooooooh... Sakit mas? Ooooooooh..."

Entah apa yang terjadi di dunia ini sehingga evolusi kemanusiaan di bumi ini membawa manusia ke level seperti ini. Ke level dimana manusia menjadi lebih pasif secara tidakkan nyata, namun agresif dalam mencari tahu informasi. Mereka begitu agresif dalam menggali setiap kejadian dan berita menarik hanya untuk "cukup tahu aja", atau agar bisa eksis dalam obrolan-obrolan ringan di lingkungan mereka. "Eh tahu gak jeung, anaknya bu Bambang mati bunuh diri lo! Ih ngeri yaaa. Tau deh, sekarang mayatnya udah dilepas apa belum dari gantungannya. Ih horor deh eyke!" Dan mereka akan saling bercerita mengenai kejadian tersebut tanpa pernah menyebutkan apakah salah satu dari mereka ada yang turun tangan melakukan tidakkan nyata pada saat peristiwa tersebut terjadi. Yang penting bahan obrolan masih jalan terus.

Dan anda yang membaca tulisan ini mungkin akan merasa tersentil akan kenyataan yang mungkin sedang terjadi di diri anda, mengetahui bahwa Anda adalah salah satu dari generasi masyarakat yang tukang nonton. Atau mungkin salah satu dari generasi masyarakat yang suka rekam - upload - share video kejadian di media sosial. Dan anda yang membaca tulisan ini mungkin akan tersenyum sinis, mengangguk setuju akan kenyataan bahwa ini lah yang juga Anda rasa sedang terjadi di masyarakat kita. Entah Anda adalah bagian orang yang tukang nonton, atau entah anda bagian orang yang tidak peduli, atau entah anda bagian orang yang secara sukarela turun tangan memberikan bantuan saat sebuah kejadian luar biasa terjadi, atau entah anda adalah korban dan objek dari tontonan masyarakat, yang pasti Anda menyadari bahwa di sekeliling Anda ada sekumpulan orang-orang yang hanya diam saja menyaksikan. Anda akan tersenyum sini atau tergelitik untuk tertawa, karena ini lah yang sedang terjadi. Karena ini lah yang terjadi di masyarakat kita. Masyarakat yang ingin tahu namun sebenarnya tidak peduli. Masyarakat yang haus informasi atau tontonan menarik namun tidak sudi untuk ambil bagian agar bisa membuat situasi menjadi lebih baik.

Masyarakat penonton. Masyarakat apatis. Masyarakat yang semakin "modern".



regards,

October 23, 2017

Bertemu Daikin Seperti Berjumpa dengan Sahabat Lama


Sebelumnya saya mohon maaf jika saya baru submit blog saya pada saat mendekati deadline. Karena saya mengetahui blog competition ini baru-baru ini. Dan alasan mengapa saya ingin mengikuti blog competition ini adalah sebagai berikut.

Bertemu Daikin sekarang ini seperti berjumpa dengan sahabat lama. Bisa dibilang pertama kali mengenal Daikin adalah ketika Daikin muncul dalam iklan televisi berupa penguin yang lucu-lucu. Iklan-iklan penguin itu begitu menggemaskan sehingga saya yang waktu itu masih SD akan selalu terdiam menyaksikannya dan kemudian tertawa sendiri. Tidak hanya itu, waktu saya kecil di rumah juga sudah terpasang AC Daikin untuk menyejukkan rumah kami. AC Hemat Energi Daikin mampu bertahan hingga 10 tahun sampai ketika rumah kami direnovasi besar-besaran pada sekitar tahun 2006. AC tersebut terpaksa harus dipensiunkan, karena rumah kami didesain agar bisa memberikan sirkulasi udara yang sangat baik. Tidak hanya itu, AC Daikin tersebut memang sudah bekerja begitu baik hingga akhir hayat hidupnya. Karena selain selalu memberikan performa yang baik, AC Daikin tersebut sangat jarang mengalami kerusakan.

Memasuki tahun 2016, ibu saya memutuskan membuka kos-kosan di bilangan Jakarta Barat. Kos-kosan berjumlah 8 pintu dengan fasilitas yang diusahakan memenuhi berbagai kebutuhan dasar calon penghuninya. Salah satu fasilitas yang wajib ada dalam kamar kos adalah AC, karena untuk memberikan udara yang sejuk di dalam kamar kosan. Maka dari itu, ibu saya akhirnya memutuskan untuk bertemu dengan sahabat lama keluarga kami; AC Daikin.


8 AC Daikin pun kami percayakan untuk menyejukkan setiap kamar kos-kosan ibu saya. Tidak perlu pikir panjang lagi, keluarga kami sudah begitu percaya akan Sahabat Lama yang pasti akan selalu setia dengan kualitas terbaiknya. AC Daikin yang terkenal sebagai AC yang hemat energi memang sudah menjadi pilihan utama setiap orang ketika hendak membeli AC. Seperti salah satunya keluarga saya yang membeli 8 unit sekaligus.


Tidak hanya itu, selain kualitas AC yang memang terkenal nyaman dan hemat energi. Daikin juga memberikan layanan purna jual yang sangat memuaskan. Bayangkan saja, tersedia layanan costumer service selama 365 hari/tahun. Itu artinya setiap hari Anda akan selalu dilayani oleh costumer service Daikin kapanpun Anda membutuhkan. Ditambah, layanan costumer service ini bebas pulsa, alias Anda tidak perlu khawatir tagihan pulsa membengkak karena menghubungi costumer service Daikin. Benar-benar bikin nyaman!


Kehebatan lain dari Benefit of Daikin Technology adalah adalah energi saving. Teknologi ini bisa dirasakan berkat kehebatan inverter pada AC Daikin, sehingga penggunaan energi daya bisa dihemat hingga 30%. Cocok sekali untuk dipakai di rumah atau di kos-kosan yang kerap menghemat listrik. Lalu untuk pendinginan, Daikin menggunakan pendingin generasi terbaru dengan nama R-32 yang sanggup memberikan peforma terbaik serta mengurangi penggunaan listrik sampai 10%. Dengan begitu AC Daikin jadi lebih hemat walaupun tetap memberikan kenyamanan terbaik.


Dengan berbagai benefit yang disebutkan diatas, tidak salah jika rasanya saya dan keluarga selalu percaya pada sang Sahabat Lama Daikin. Karena hanya Daikin Pilihannya untuk AC nyaman dan hemat energi. Seperti yang sudah saya dan keluarga saya rasakan sejak lama. Menjadikan Daikin sebagai sahabat setia dalam memberikan kenyamanan dan hemat energi. Jadi, Kalo AC ya Daikin!




regards,

October 20, 2017

Movie Review - Only The Brave



Film ini didasarkan pada kisah nyata yang cukup tragis sebenarnya. Tentang aksi para pemadam kebakaran yang bekerja untuk melindungi hutan liar dari bahaya kobaran api. Sebuah film dengan kisah yang jujur dan apa adanya. Tidak hanya itu, karakter pada film ini juga berkembang dengan baik, sehingga film ini berhasil keluar tidak hanya sebagai film yang seru untuk ditonton, namun juga menyentuh hati.

Keren

Score : 7.5 / 10

regards,

August 21, 2017

Pernah Kerja #1


Bermula dari gua yang ngirim info lucu mengenai promo gratis masuk ke sebuah kebun binatang untuk pengendara motor di salah satu group WhatsApp, namun yang terjadi adalah temen-temen di group WhatsApp malah membahas soal kenangan pernah bekerja di salah satu perusahaan startup yang mungkin sampai sekarang masih start up. Kenangan-kenangan manis pahit pun menyeruak kembali.

Saat itu perusahaan startup ini mendapat sebuah proyek besar atau setidaknya kelihatan besar. Sebuah kebun binatang yang berada di wilayah puncak sana sedang mengadakan sebuah kompetisi foto, lalu perusahaan kita tiba-tiba meransek masuk ke kompetisi foto yang sebenarnya sudah 95% siap jalan. Dengan modal bualan dua arah, akhirnya antara perusahaan dengan klien kebun binatang tersebut setuju untuk bekerja sama. Sebuah kerja sama yang digadang-gadang menjadi pintu masuk untuk proyek-proyek besar lainnya. Walaupun kita semua tahu bahwa itu hanyalah isapan jempol belaka.

Kompetisi foto pun berjalan, ribuan bahkan puluhan ribu foto dari para perserta kompetisi telah disubmit. Sayangnya foto-foto tersebut disubmitnya ke website milik klien (Ya benar, ternyata sang klien sendiri juga udah bangun website khusus untuk submit foto-foto para peserta) hampir tidak ada foto yang disubmit ke website perusahaan startup yang menfokuskan diri sebagai plaform kompetisi online ini. Lalu bagaimana cara supaya puluhan ribu foto tersebut bisa dipindahkan dari website si klien ke website perusahan startup itu? Di sebuah perusahaan yang terdiri dari cukup banyak programer, apa lagi dipimpin oleh seorang contry head yang ngakunya programmer paling hebat se-Indonesia, seharusnya masalah mindahan puluhan ribu foto bukanlah perkara yang terlalu sulit. Programer paling hebat Se-Indonesia loh! Jangan salah.

Maka ide brilian pun muncul. Country Head yang mengaku programer paling hebat se-Indonesia ini memutuskan untuk memindahkan secara manual puluhan ribu foto-foto tersebut. YES! Benar sekali! Memindahkan SECARA MANUAL! Manual secara harafiah. No Joke! Dan akhirnya sebuah divisi pun harus diperas dan ditekan untuk menyelesaikan tugas brilian ini. Puluhan ribu foto kemudian dikirimkan dalam bentuk file, yang sudah difilter berdasarkan nama peserta yang mengupload foto tersebut. Lalu kemudian secara manual kita UPLOAD ULANG foto-foto tersebut di website kita sendiri. Saya benar-benar serius, semua proses tersebut dilakukan manual. Prosesnya dimulai dari bikinin account untuk peserta, dilanjutkan dengan upload foto-foto hasil jepretan peserta, dilanjutkan dengan copy-paste tiap photo caption yang ada.

Saya dan rekan-rekan kerja satu divisi tahu bahwa ini adalah kebodohan dan ketololan. Namun yang lebih menyedihkannya lagi, kita terpaksa harus ikut terlibat dalam kebodohan ini. Apa landasan dari itu semua? Sudah jelas bahwa ini adalah klien besar, dan ini kompetisi besar. Pastinya jika sukses maka kita bisa maju dengan plan kompetisi foto versi kita sendiri. Dimana kenyataanya adalah, setelah kompetisi ini berakhir, sang klien tidak berminat untuk membuat kompetisi lain dengan perusahan start up ini.

Saya terbawa ke masa-masa di mana tim di divisi saya harus banting tulang untuk memindahkan puluhan ribu foto-foto, dari website si klien ke website kita sendiri. Sebuah proses yang dilakukan pagi, siang, sore, malam, subuh selama hampir sebulan dan dikerjakan dibawah tekanan si bapak Country Head yang mengaku Programmer Paling Hebat Se-Indonesia itu. Apalagi ditambah kenyataan bahwa hampir tidak ada peserta yang mensubmit foto-fotonya di website kita langsung. Sehingga 99% foto yang terupload di website kita adalah hasil pindahan besar-besaran dari website si klien. Jelas saja, karena seluruh peserta sebenarnya hanya diarahkan untuk submit fotonya via website si klien langsung, di hari-hari terakhirnya saja diumumkan bahwa foto juga bisa diupload di website kita. Sebuah kesia-siaan.

Lalu ketika semua hal itu berakhir, ketika kompetisi ini berakhir. Tahu kah kalian apa bayaran yang didapat perusahan start up ini? Apakah uang jasa senilai ratusan juta rupiah? Jika kalian berpikir seperti demikian, maka siap-siaplah tertawa, karena bayaran yang perusahaan ini dapat adalah sejumlah voucher yang akan expire dalam waktu tiga bulan lagi. YES, benar sekali! Kita dibayar pake voucher... yang akan basi 3 bulan lagi. Yang hanya bisa dipakai pada weekdays saja! Yes ini bukan bercanda! Itupun masih termasuk untung, karena tadinya perusahaan ini nggak akan dapat bayaran apa-apa sama sekali selain ucapan terima kasih.

Itulah yang didapat dari hasil membual karyawan sales berpaha mulus, dari hasil memaksa masuk ke sebuah aktivitas kompetisi foto yang sebenarnya sudah siap segalanya, dari hasil pemikiran seorang programer paling hebat Se-Indonesia... Sejumlah Voucher. Ditambah kenyataan bahwa sang klien pun tidak berminat untuk mengadakan kerja sama lain dalam membuat kompetisi foto. Saya dan rekan-rekan di divisi saya sebenarnya tidak begitu kaget, karena sudah terlalu sering mendapat kenyataan klien dibikinin kompetisi gratis mulai dari platform, cari partisipan sendiri, hingga hadiah iPhone 5S dari kantong perusahan kita sendiri, lalu dengan harapan sang klien berikutnya mau lanjut bikin kompetisi dengan dikenakan bayaran. Namun pada kenyataanya tidak ada klien yang mau lanjut setelah masa campaign yang gratis selesai.

Dan sekarang, saya dan teman-teman saya mengingat kembali kenangan tolol dan konyol itu dalam tawa canda dan seringai. Menghina habis-habisan diri kita kenapa kita bisa terjebak dalam perusahaan yang penuh kekonyolan itu. Menertawai diri sendiri akan kenyataan bahwa kita pernah bekerja untuk boss yang bodoh dan mau saja dibodoh-bodohi. Sudah lebih dari 2 tahun yang lalu peristiwa konyol itu terjadi, namun sampai sekarang hal itu masih berhasil membuat kita kembali saling menghujat setiap membahas apapun pengalaman bekerja di perusahaan itu. Sebuah pengalaman yang sulit untuk dilupakan, saking tolol dan konyolnya pengalaman itu. Hahaha...



Note : Nama klien tidak saya sebutkan dan nama perusahaan tempat saya pernah bekerja tidak saya sebutkan untuk mencegah mantan Country Head saya mencoba menuntut saya lagi untuk hal-hal konyol.


regards,

June 15, 2017

Movie Review - The Mummy

img:craveonline

Cukup kaget mengetahui seorang Tom Cruise bermain dalam film model seperti ini. Mengingat image dia sudah begitu melekat dalam film-film action, sehingga gua pribadi akan kaget mengetahui mantan suami Katie Holmes ini main film model beginian.

The Mummy berkisah Nicholas yang diperankan oleh Tom Cruise, yang tanpa sengaja menemukan sebuah makam kuno berisi mummy. Dikarenakan penemuan ini begitu berharga, maka peti mumi yang ditemukan jauh dari wilayah mesir ini diangkut untuk kemudian dipelajari. Sayangnya, hal ini malah membawa malapetaka bagi manusia.

Cerita film ini memang sebenarnya biasa saja, namun akting tom cruise yang kharismatik serta tidak jaim membuat film ini menyenangkan untuk ditonton. Tidak hanya itu, film ini juga merupakan salah satu film dari Dark Universe yang mencoba mengambil konsep seperti Marvel Universe, dimana nantinya akan ada film-film lain juga yang saling berkaitan satu sama lain.

Untuk sebuah film hiburan, The Mummy bisa dijadikan salah satu pilihan buat ditonton. Mengingat sekarang bulan-bulan ini stok film baru lagi tidak banyak. Jadi, tidak ada salahnya menjadikan The Mummy sebagai tontonan hiburan minggu ini.


Score : 6.5 / 10



regards,

May 5, 2017

Movie Review - The Circle

img:google
Ketika sebuah film mencoba untuk mendeskripsikan bagaimana masa depan dunia ini akan berlangsung, bagaimana teknologi yang mengemuka di masa tersebut, bagaimana cara manusia bereaksi terhadap perkembangan dunia, maka segala aspek yang ada di film tersebut harus tampak masuk akal. Terlebih lagi, bagaimana cara film itu bercerita juga harus bisa diterima oleh penonton yang masih menetap di masa sekarang. Sehingga ketika sebuah film macam The Circle yang seolah ingin menjadi peramal masa depan, namun berakhir menjadi sebuah tontonan yang agak menyedihkan.

Berkisah tentang Mae Holland yang akhirnya mendapatkan pekerjaan disalah satu perusahaan ternama "The Circle" yang terkenal akan berbagai inovasinya yang menarik. Rupanya bekerja di sana mengharuskan Mae bukan hanya bekerja, melainkan bersosialisasi dan melakukan berbagai aktivitas lain bahkan sampai tinggal dilingkungan kantor. Tidak hanya itu, teknologi yang sedang dikembangkan oleh perusahaan ini juga secara perlahan memberikan rasa khawatir dan cenderung menakutkan, sehingga pada akhirnya seluruh kebahagiaan yang Mae rasakan saat bekerja disebut harus dibayar dengan harga yang cukup menyakitkan.

Apa yang membuat film ini jadi tampak menyedihkan? Yaitu bagaimana film ini selalu gagal menyampaikan gagasan-gagasannya sementara durasi pada film ini terbilang cukup panjang. Semuanya terasa serba nanggung dan serba kurang atau bahkan terlalu hipotesis. Alur cerita yang lambat namun tanpa diimbangi dengan asupan informasi yang membuat penonton merasa tidak percuma melewati leletnya perkembangan cerita pada film ini. Kemajuan teknologi yang diceritakan pada film ini memang mungkin saja bisa terjadi di masa mendatang, namun sayangnya tidak digarap dengan begitu matang, sehingga teknologi-teknologi hebat yang disajikan pada film ini terkesan begitu mengada-ngada.

Walaupun sebenarnya film ini memiliki pesan moral yang cukup baik dan bahkan sangat mewakili keadaan pada dunia zaman ini, hanya saja segala kelemahan yang terdapat pada film ini hampir menutupi nilai-nilai bagus dan luhur yang terdapat pada film ini. Akting Emma Watson sebagai Mae juga terbilang standar-standar saja, sementara akting Tom Hanks sebagai Eamon Bailey masih bisa dimaafkan karena Tom Hanks berhasil mewujudkan karakter yang hangat dan bersahabat serta visioner. John Boyega yang berperan sebagai salah satu teman kerja Mae yang sebenarnya cukup memegang peranan penting, malah tampak tidak begitu penting pada film ini.

Secara keseluruhan The Circle sebenarnya bukan merupakan film yang terlalu buruk untuk disaksikan. Masih terdapat hal-hal cukup bagus yang bisa disaksikan di film ini, terlebih mengenai bagaimana penerapan teknologi yang tidak matang bisa berakibat pada sesuatu yang buruk. Namun untuk menjadi film ini sebagai sesuatu yang mengesankan, rasanya masih kurang.



Score : 5.5 / 10




regards,

May 2, 2017

Movie Review - The Last Word

img:vimeo.com
Apa yang terjadi jika kamu bertemu dengan seorang nenek-nenek yang tukang kendali dan kamu harus memasuki kehidupannya selama beberapa pekan? Apakah kamu akan masuk dalam kendalinya atau kamu malah akan berontak untuk melepaskan diri dari kendalinya, atau kamu malah menemukan nilai-nilai baru dalam hidupmu yang belum pernah kamu temukan sebelumnya? Jika kamu belum menemukan pilihan jawaban kamu, maka film ini bisa menjadi referensi kamu.

The Last Word berkisah tentang seorang penulis obituary atau berita duka bernama Anne Sherman yang pekerjaannya mulai diganggu oleh seorang Pensiunan direktur sebuah perusahaan iklan ternama Harriet. Kehadiran Harriet rupanya karena dia ingin mengatur agar ketika meninggal nanti, Anne Sherman akan membuatkan obituary yang sesuai dengan yang telah dia atur. Hal ini lah yang kemudian memaksa Anne untuk menyelami kehidupan Harriet gua mencari fakta-fakta yang bisa dijadikan bahan penulisan Obituary-nya. Namun semakin lama Anne memasuki kehidupan Harriet, semakin dirinya menyadari bahwa apa yang ia lakukan sekarang ini mampu merubah hidupnya.

Gua tidak menyangka bahwa film yang gua saksikan dibioskop ini bisa menjadi salah satu film menarik yang pernah gua tonton sepanjang tahun ini. Cerita pada film ini begitu mendalam, namun tidak terlalu dalam hingga menjadi filosofis. Ceritanya juga tidak bertele-tele namun tidak memaksakan diri untuk tampil cepat, sehingga penonton bisa duduk tenang menikmati setiap adegan dengan tenang dan nyaman. Chemisty antara Anne dan Harriet juga dapat terjalin dengan baik tanpa terlihat unsur memaksakan diri, hal ini terjadi karena antara Shirley MacLaine dan Amanda Seyfried bermain dengan lembut dan natural. Di sisi lain, nilai-nilai kehidupan juga bisa didapatkan pada film ini, yang sedikit banyak dapat memberikan pencerahan pada diri kita yang seolah masih bersembunyi dalam pekerjaan-pekerjaan yang tampaknya baik-baik saja, namun sebenarnya buka merupakan passion kita. Namun yang pasti menjadi nilai utama adalah karakter Harriet sendiri serta latar belakangnya yang membuat film ini menjadi begitu menarik, walaupun disatu sisi akan tampak klise. Apa lagi adegan kematiannya yang begitu sederhana, tanpa kejutan namun begitu mendalam, sehingga sanggup membuat saya terenyuh dan terpaku akan adegan yang memang pada akhirnya akan hadir ini.

Secara garis besar film ini seperti sebuah harta karun diantara kumpulan film action, horror atau fiksi ilmiah yang saat ini sedang berseliweran dibioskop. Menonton film ini seolah memberikan anda sebuah asupan nilai-nilai kehidupan yang walaupun agak klise cara penyampaiannya, namun masih bisa diterima oleh akal sehat dan nurani.


Score : 7 / 10



 regards,

April 21, 2017

I Discover My Gravity


Bumi merupakan sebuah maha gravitasi yang ampuh menarik seluruh benda dan mahluk hidup untuk tetap menyatu dengannya. Sekuat apapun kita melompat, setinggi apapun kita melesat ke udara, kita akan selalu kembali mendarat di bumi. Begitu kuatnya gravitasi bumi, sehingga sanggup menarik benda-benda luar angkasa yang berada disekitar bumi, tertarik ke dalam atmosfer bumi, hingga akhirnya mendarat di bumi akibat tarikan gravitasi bumi yang dasyat. Tidak heran, jika bumi sampai sekarang masih diketahui sebagai satu-satunya planet yang memiliki unsur kehidupan mutlak berkat kekuatan gravitasi ini.

Lalu jika bumi adalah gravitasi dari sebuah kehidupan universal, maka apakah ada gravitasi lain yang juga memiliki pengaruh kuat sehingga apapun atau siapapun akan selalu tertarik untuk mendekatinya? Jawabannya adalah ADA dan bahkan BANYAK! Apa saja? Mari kita telusuri satu-persatu.

Contoh gravitasi lain yang sebenarnya merupakan hal esensial dalam kehidupan adalah air. Siapa yang tidak butuh air? Semua mahluk hidup yang ada di muka bumi ini jelas membutuhkan air. Siapa yang tidak membutuhkan air? Sehebat apapun mahluk hidup, sekuat apapun kita, jika sudah mengalami dehidrasi parah, maka air sudah menjadi satu-satunya hal yang akan dicari secara membabi-buta untuk melepas dahaga. Jika terdapat pilihan antar Air dan Emas, sebagian besar orang memang akan memilih emas, karena mereka memang menginginkannya. Namun jika sudah saatnya mereka membutuhkan air, yakinlah mereka akan menurkarkan seluruh emas yang mereka punya demi sebuah pelepas dahaga jika memang itu diperlukan.

img:thejakartapost
Contoh lain dari dari sebuah gravitasi adalah Warteg. Sebuah warung makan pinggir jalan dengan menu murah meriah serta pilihan lauk yang beraneka ragam. Warung makan ini memang identik dengan warung makan kelas bawah, namun sudah jelas bahwa warung makan ini adalah sebuah jalan keluar dari kebutuhan pangan hampir setiap orang. Hampir sama dengan air, warteg bisa dibilang bukan sesuatu yang dinginkan, namun dibutuhkan. Pada dasarnya setiap orang ingin makan ditempat-tempat yang mewah dan fancy. Dengan interior restoran yang instagramable, menu-menu yang lezat dan nikmat, harga mahal yang mewakili kelas sosial dari para pengunjungnya, hingga pelayanan bintang lima yang super ramah dan murah senyum, yang membuat Anda akan merasa seperti raja. Saya percaya semua orang menginginkan makan ditempat-tempat seperti itu, namun apakah mungkin kita akan selalu menginginkan makan ditempat mahal yang menguras uang seperti itu? Tentu saja tidak. Ketika keuangan kita menipis, ketika kita rindu akan sentuhan makanan yang nikmat merakyat, serta rasa yang membumi namun memiliki kelezatan tak terlupakan. Maka warteg akan menjadi gravitasi yang menarik kita untuk kembali mendatanginya dan menikmati sajiannya.

Jangan lupakan Colonel Sanders dengan resep ayam gorengnya yang kini menjadi kiblat orang dalam menikmati ayam goreng tepung yang lezat. Siapa yang tidak kenal KFC? Semua orang pasti sudah tahu betul restoran yang menyediakan ayam goreng dengan kelezatan terbaik hasil dari paduan 11 bumbu rahasia mereka. Berkat bakatnya yang luar biasa dalam bidang kuliner khususnya pengolahan ayam goreng, Colonel Sanders telah bertransformasi menjadi sebuah gravitasi untuk setiap orang yang ingin berkonsulitasi mengenai kuliner pada zamannya.
img:kingofwallpaper-fanpop
Lalu kemudian ada Vogue, majalah fesyen ternama yang juga telah menjadi kiblat atau gravitasi fesyen di seluruh dunia. Setiap penggiat fesyen entah itu model, fashion blogger, fashionista, desainer kenamaan dunia dan lainnya selalu menjadikan majalah ini menjadi kitab gravitasi fesyen bagi mereka. Setiap ayat yang diucapkan oleh majalah ini, akan selalu diamini oleh seluruh penggiat fesyen di seluruh dunia. Mereka akan selalu mengacu pada apa yang Vogue sebut sebagai high fashion dan mengaplikasikannya pada penampilan mereka sehari-hari.

Lalu apakah ada contoh gravitasi lain lagi? Ya ada. Gravitasi saya sendiri, dan dengan ini izinkan saya bercerita mengenai bagaimana saya menemukan gravitasi saya.



Jika ketika kecil saya ditanya, ingin menjadi apa ketika sudah besar? Maka saya akan menjawab dengan mantab; menjadi direktur. Entah direktur perusahaan apa, saya tidak peduli, yang jelas saya ingin menjadi direktur. Karena di mata saya saat itu, posisi direktur adalah posisi yang paling penting pada sebuah perusahaan. Sebuah posisi wahid yang berfungsi mengatur seluruh orang-orang yang bekerja di perusahaan. Semua orang akan menghormati direktur, tunduk akan perintah direktur, dan mengerjakan apapun yang direktur perintahkan. Memang sebuah cita-cita yang lugu atau bahkan terkesan naif, namun itulah yang saya inginkan ketika kecil. Ketika saya belum memahami apa jati diri saya, apa passion saya dan apa kemampuan saya.

Menginjak usia SD, saya mulai dikenalkan dengan kegiatan mengarang. Sebagai salah satu materi pada kurikulum Bahasa Indonesia, mengarang menjadi salah satu pelajaran yang harus saya pahami saat itu. Dan tidak adalah cara yang paling sempurna dalam memahami pelajaran mengarang selain dengan membuat sebuah karangan. Dari sinilah saya mulai menemukan kesukaan saya akan dunia tulis menulis. Seiring berjalannya waktu, kegiatan menulis atau mengarang menjadi sebuah kegiatan favorit saya. Hasilnya, saya selalu mendapat nilai bagus ketika mendapat tugas mengarang.

Memasuki masa SMP, saya mulai semakin menyukai aktivitas menulis. Seperti biasa, ketika tugas mengarang diberikan, saya akan menjadi orang yang paling semangat mengerjakannya. Gairah saya dalam membuat karangan berbanding lurus dengan hasil nilai yang saya dapat untuk setiap cerita-cerita karangan saya. Saya dikenal oleh guru sebagai siswa yang pandai membuat sebuah tulisan karangan.

Memasuki usia SMA, adalah saat dimana saya mulai mengenal internet. Mengenal internet, seolah membawa saya untuk membuka jendela dunia baru yang belum pernah saya temui sebelumnya. Pada masa-masa inilah saya mulai mengenal istilah browsing situs-situs, membuat e-mail, chatting menggunakan Yahoo atau MIRC, dan lain-lain. Pada masa ini pula saya mulai berkenalan dengan dunia blog, sebuah media menulis yang menjadi awal penajaman kemampuan saya dalam dunia tulis menulis. Masih ingat saat itu saya membuat blog dengan nama domain yang super norak dan menggunakan email dengan alamat email yang super norak juga. Maka jadilah blog pertama saya yang biasa saya isi dengan berbagai tulisan apapun yang ingin saya tulis. Mulai dari cerita-cerita yang tidak jelas, jurnal harian, bahkan hingga kumpulan tulisan-tulisan yang saya copy-paste dari berbagai sumber.

Namun dikarenakan pada saat itu saya masih terlalu rajin bereksplorasi tanpa memikirkan bagaimana cara me-maintenance apa yang sudah saya buat atau ciptakan, blog itu akhirnya terlupakan. Selain itu, pada masa-masa ini juga saya sedang menikmati hobi baru yaitu membaca. Khususnya membaca novel. Beragam judul novel-novel pop modern sudah saya lahap. Mulai dari Harry Potter, Supernova, Eragon dan masih banyak lagi. Seluruh novel tersebut saya baca bukan hanya untuk menikmati ceritanya saja, namun juga untuk mempelajari teknik penulisan dari masing-masing penulis tersebut.

Hingga pada akhirnya saya memasuki dunia perkuliahan dan saya mulai memahami bahwa yang saya inginkan adalah menulis. Saya merasa bahwa skill saya yang paling baik adalah dalam bidang menulis. Saya sendiri juga sudah mulai kembali menulis blog dengan blog yang lebih membumi. Di blog saya kali ini, saya menulis dengan passion. Saya selalu bergairah ketika menulis apapun di blog saya. Saya mencurahkan seluruh pikiran dan isi hati saya dalam rangkaian kata-kata yang nyaman untuk dibaca. Mulai dari tulisan opini, cerita-cerita singkat, hingga review-review film. Dan dari sini saya mulai menemukan gravitasi saya.
Saya menyadari bahwa kemampuan menulis saya secara perlahan meningkat, seiring dengan semakin rajinnya saya menulis blog serta semakin banyaknya materi bacaan yang telah saya pelajari. Saya secara perlahan tapi pasti mulai menemukan style menulis saya. Dan oleh karena itu pula, saya mulai mengetahui ke arah mana cita-cita saya seharusnya. Bukan lagi menjadi seorang direktur, namun menjadi seseorang yang dikenal akan kemampuan menulisnya.

Salah satu tolak ukuran keberhasilan saya dalam menulis adalah ketika saya berhasil membuat sebuah cerita bersambung yang sanggup menarik banyak pembaca. Mereka seolah dibius untuk menjadi candu terhadap update terbaru cerita saya. Setiap minggu mereka menunggu update terbaru dari cerita bersambung saya dengan antusia, dan begitu ceritanya akhirnya tiba di bab terakhir, para pembaca merasa puas akan sajian cerita yang telah saya buat.

Lain lagi ketika saya yang juga merupakan seorang pecinta film, dan tidak bisa melewatkan 1 minggu tanpa setidaknya 2 - 3 kali ke bioskop, mulai rajin menulis review dari berbagai film yang saya tonton. Salah satu reviewnya bahkan membawa saya keluar sebagai salah satu juara utama sebuah lomba review film yang diselenggarakan salah satu jaringan bioskop ternama. Satu unit Samsung Galaxy Note III berhasil saya miliki berkat review film saya tersebut. Berkat kemampuan menulis review saya itu pula, saya akhirnya sering diundang untuk menghadiri berbagai acara pemutaran perdana film.

Kamampuan saya dalam menulis jugalah yang berhasil membawa saya pada pengalaman bekerja saya pertama kali. Setelah lulus kuliah saya diterima di salah satu perusahaan online movie magazine sebagai salah satu content writer. Dimana yang pada awalnya saya hanya fokus membuat berita mengenai informasi soal film-film terbaru, membuat preview dan review dari film-film terbaru, sampai pada akhirnya saya dipercaya sebagai salah satu script writer dari segmen khusus Muvila Flash di majalah online tersebut. Dimana Muvila Flash merupakan sebuah segmen video yang memberitakan berbagai informasi mengenai film-film terbaru serta fakta-fakta menarik soal dunia hiburan, dan saya ditugaskan untuk membuat naskah acaranya. Salah satu contoh videonya bisa Anda lihat di bawah ini.



Kemampuan saya dalam menulis content pulalah yang kemudian mengantarkan saya pada sebuah posisi Head of Content & Social Media di perusahaan berikutnya. Dimana di sana saya sudah lebih ke arah managerial dan mengajarkan teknik-teknik menulis yang baik dan sesuai dengan permintaan klien.

Sampai di titik ini, saya sudah menyadari bahwa menulis adalah gravitasi saya. Dengan menulis, saya bisa menarik banyak perhatian orang untuk ikut menikmati dan tenggelam dalam imajinasi tulisan saya. Lalu apakah saya bisa menjadi sebuah gravitasi kuat tanpa didukung oleh perangkat yang juga memancarkan gravitasi hebat? Tentu saja tidak. Karena setiap orang hebat pasti akan selalu didukung oleh kehebatan lainnya, dan Smartphone Luna adalah sebuah perangkat hebat yang sanggup mendukung siapapun untuk tampil percaya diri dan menjadi gravitasi. Lalu apa itu Luna?


Smatphone besutan perusahaan Foxconn ini hadir sebagai sebuah smartphone yang walaupun menggunakan sistem operasi Android, namun berhasil memberikan citarasa premium iPhone pada tampilannya. Tidak heran jika tampilan Luna bisa tampak premium seperti ini, mengingat Foxconn sendiri sebelumnya telah lama dipercaya oleh Apple untuk memproduksi lini ponsel terkenal iPhone. Jadi, dengan begini kualitas body dan design Luna Smartphone sudah tidak perlu diragukan lagi. Pemilihan bahan berupa logam terbaik dengan teknik pembuatan 8 CNC Process, hingga sentuhan akhir yang presisi dan super detil dari setiap prosesnya membuat ponsel ini tampak begitu premiun, cantik namun tetap bergravitasi tinggi.

Sebelum mulai mengeluarkan gravitasinya di Indonesia, Luna Smartphone telah menjadi gravitasi kuat di Korea Selatan. Hal ini terlihat dari begitu antusiasnya para penggila gadget di negeri K-Pop tersebut akan kehadiran Smartphone keren ini. Berkat nama harum yang sudah didapatkan di Korea Selatan, serta kualitas ponsel premium yang sudah berstandar Internasional ini, membuat Luna bisa dengan mantap menjejakkan kiprahnya di tanah air Indonesia dan mulai memancarkan daya tarik universalnya. Lalu, sebenarnya apa sih keunggulan-keunggulan dari Smartphone yang tampil premium namun dengan harga yang masih terjangkau ini? Kita lihat yuk detail spesifikasinya dibawah ini.



Seperti yang sudah dijelaskan diatas, Luna Smartphone hadir dengan design yang cantik namun tidak asal cantik. Material logam yang digunakan pada proses pembuatan body smartphone ini dikerjakan dengan metode 8 CNC. CNC sendiri merupakan singkatan dari Computer Numeric Control yang bertugas memproses logam dengan tingkat presisi tinggi serta dengan finishing yang cantik. Foxconn percaya diri dengan design Smartphone Luna ini, karena mereka bisa mengaplikasikan proses pembuatan body ponsel sekelas iPhone pada produk ponsel mereka sendiri.


Berkat kehebatan teknologi yang dimiliki Foxconn ini, Luna hadir sebagai salah satu smartphone tipis dan ringan. Anda bisa dengan percaya diri menenteng sebuah ponsel yang seolah sanggup menaikan kelas sosial anda ke level terbaru. Karena tipis dan cantiknya dimensi ponsel ini, sehingga Luna Smartphone tampak sebagai ponsel yang mahal dan elegan.



Selain desain ponselnya yang luar biasa, Luna juga dibekali dengan layar IPS 5,5 inci dengan resolusi Full High Definition 1920 x 1080. Apa itu Full High Definition? Ini adalah sebuah istilah dalam teknologi layar yang sanggup memberikan gambar dengan resolusi tinggi sampai pada level 1920 x 1080, sehingga gambar tambah jernih seolah Anda melihatnya langsung. Resolusi ini juga telah menjadi standar internasional yang telah diterapkan dihampir seluruh layar; mulai dari layar televisi hingga layar ponsel. Apalagi dengan ditambah Pixel Density 480 dpi, membuat setiap detail gambar yang tampil terlihat begitu sempurna dan rapat. Panel layar IPS seluas 5,5 inci, membuat Anda bisa leluasa melakukan berbagai aktivitas dengan puas tanpa gangguan. Jangan salahkan Luna jika Anda akan selalu terpukau dengan kejernihan layar, begitu kayanya warna, serta ketajaman tampilan yang disajikan Luna Smartphone untuk memanjakan mata Anda. Karena Luna hadir sebagai ponsel terbaik untuk Anda pecinta kualitas.




Sementara, untuk melindungi kesempurnaan visual pada layar Luna Smartphone ini, teknologi Gorilla Glass 3 telah diaplikasikan dengan peningkatan fitur Never Damage Resistance yang menjaga ponsel Luna dari goresan-goresan fisik. Sehingga Anda akan selalu percaya diri dengan ponsel yang selalu tampil mulus tanpa cacat.

Ini adalah salah satu fitur yang menjadikan Luna pantas disejajarkan dengan berbagai smartphone flagship lainnya. Kekuatan kamera 13 megapixel-nya sanggup memberikan hasil foto dengan kualitas yang tidak jauh berbeda dengan iPhone 6 sekalipun. Tidak heran jika fotografer sekaliber Arbain Rambey juga mengamini kualitas gambar hasil tangkapan kamera 13 megapixel milik Luna ini. Dan tidak heran juga jika salah satu fokus Brand Positioning Luna adalah pada sektor kamera. Kehebatan Kamera 13 megapixel milik ponsel yang perakitannya ternyata dilakukan oleh Luna Indonesia sendiri di pabriknya di Semarang, Jawa Tengah, juga telah dipersenjatai dengan kemampuan Wide Angle 80 derajat, F 2,0 Aperture dan Dual Tone LED Flash.



Sementara itu, kemampuan kamera selfie pada ponsel Luna ini telah disempurnakan dengan kehadiran kamera berkemampuan 8 megapixel yang sanggup memberikan kualitas gambar tajam. Jadi Anda tidak perlu khawatir dengan kualitas kamera depan Luna ini saat Anda melakukan berbagai kegiatan mulai dari sekedar selfie atau melakukan panggilan video.

Kehebatan kamera LUNA yang memiliki kualitas fotografi setara dengan iPhone 6, pastinya benar-benar membantu saya untuk bisa meraih lebih dalam setiap pekerjaan dan aktivitas saya. Seperti ketika saya hendak membuat sebuah tulisan yang membutuhkan ilustrasi foto dan gambar, kamera utama LUNA bisa menjadi dukungan sempurna untuk saya mendapatkan gambar yang terbaik. Dengan begini, kualitas tulisan saya akan menjadi lebih sempurna berkat dukungan foto-foto terbaik hasil tangkapan kamera LUNA ini. Atau ketika saya melakukan photo hunting, kemampuan fotografi LUNA akan menjadi andalan saya untuk dapat menangkap setiap gambar dan momen terbaik dan menjadi sebuah keabadian yang sempurna. Sehingga saya bisa dengan percaya diri memamerkan hasil foto saya kepada teman-teman dan keluarga, atau mungkin saja dijadikan materi foto untuk berbagai keperluan seperti berita, artikel, ulasan dan lain sebagainya.


Hal lain yang juga menjadi keunggulan Luna Smartphone adalah dapur pacunya yang telah ditenagai dengan prosesor Snapdragon 801 besutan Qualcomm. Prosessor Quad-core dengan kecepatan 2,5GHz ini juga telah didukung dengan RAM yang mencapai 3 Gigabyte. Apa artinya ini? Artinya tak ada lagi yang bisa mempertanyakan kekuatan gravitasi Luna dalam segi performa. Berbagai aplikasi berat hingga game dengan grafis tinggi bisa dimainkan dengan lancar pada ponsel ini. Apalagi dengan ruangan penyimpanan internal yang mencapai 64 Gigabyte, membuat Anda hampir tidak memerlukan lagi slot memory card tambahan, karena ruangan yang luar biasa besar, telah tersedia untuk menyimpan berbagai kebutuhan Anda. Biarpun begitu, Luna tetap masih berbaik hati menyiapkan slot Micro SD tambahan jika Anda memang masih membutuhkan ruang penyimpanan lebih besar.


Snapdragron sendiri memang telah menjadi salah satu bahan baku primer dalam pembuatan ponsel bertenaga, dan Foxconn memang tidak mau main-main dengan ponsel Luna mereka. Salah satu chip prosessor terbaik Snapdragon dibenamkan untuk memberikan performa kelas atas pada ponsel cantik ini.
Untuk sektor baterai, Luna telah melengkapi teknologinya dengan baterai berkapasitas 3000mAh dan juga teknologi Fast Charge 2.0. Dimana dengan adanya teknologi ini, Anda bisa mengisi penuh baterai ponsel anda dari kosong hingga 80% hanya dalam waktu 1 jam saja.










Dengan berbagai limpahan keunggulan yang telah saya jelaskan diatas? Apakah Anda sudah merasakan bagaimana hebatnya Gravitasi Luna Smartphone ini? Saya sendiri sudah dari tadi merasakan daya tarik hebat yang dipancarkan oleh ponsel cantik ini. Dan saya sendiri juga tidak perlu meragukan lagi, bahwa Luna Smartphone akan hadir sebagai salah satu Gravitasi yang sanggup mengguncang dunia. Karena saya tahu, bahwa Luna hadir sebagai ponsel premium dengan design cantik namun dengan performa yang tidak main-main.


Lalu setelah semua yang saya ceritakan di atas, apakah masih ada lagi gravitasi-gravitasi lain yang luar biasa? Jawabanya IYA! Dan jawaban itu adalah KAMU.

Kamu adalah gravitasi lain yang siap mengguncang dunia. Kamu adalah daya tarik lain yang sanggup menarik apapun atau siapapun untuk datang dan membutuhkanmu. Kamu adalah gravitasi yang membuat siapapun melihat kamu sebagai sesuatu yang berbeda dari antara keseragaman. Sebuah gravitasi yang membuat kamu stand out diantara angkasa hampa tak bermagnet. Yang kamu butuhkan adalah menemukannya. Yang kamu butuhkan adalah mengetahui apa yang menjadi kemampuan kamu. Yang kamu butuhkan adalah sebuah medan kemampuan, yang terus diolah dengan kreativitas sehingga menjadi sebuah sinergi skill bermagnet yang pada akhirnya menciptakan sebuah gravitasi baru di semesta ini. Dan untuk membantu kamu menemukan gravitasi kamu, Smartphone Luna siap untuk menjadi temanmu dalam menemukan gravitasi jati dirimu.






regards,