Today's Status

"No Status"

August 21, 2017

Pernah Kerja #1


Bermula dari gua yang ngirim info lucu mengenai promo gratis masuk ke sebuah kebun binatang untuk pengendara motor di salah satu group WhatsApp, namun yang terjadi adalah temen-temen di group WhatsApp malah membahas soal kenangan pernah bekerja di salah satu perusahaan startup yang mungkin sampai sekarang masih start up. Kenangan-kenangan manis pahit pun menyeruak kembali.

Saat itu perusahaan startup ini mendapat sebuah proyek besar atau setidaknya kelihatan besar. Sebuah kebun binatang yang berada di wilayah puncak sana sedang mengadakan sebuah kompetisi foto, lalu perusahaan kita tiba-tiba meransek masuk ke kompetisi foto yang sebenarnya sudah 95% siap jalan. Dengan modal bualan dua arah, akhirnya antara perusahaan dengan klien kebun binatang tersebut setuju untuk bekerja sama. Sebuah kerja sama yang digadang-gadang menjadi pintu masuk untuk proyek-proyek besar lainnya. Walaupun kita semua tahu bahwa itu hanyalah isapan jempol belaka.

Kompetisi foto pun berjalan, ribuan bahkan puluhan ribu foto dari para perserta kompetisi telah disubmit. Sayangnya foto-foto tersebut disubmitnya ke website milik klien (Ya benar, ternyata sang klien sendiri juga udah bangun website khusus untuk submit foto-foto para peserta) hampir tidak ada foto yang disubmit ke website perusahaan startup yang menfokuskan diri sebagai plaform kompetisi online ini. Lalu bagaimana cara supaya puluhan ribu foto tersebut bisa dipindahkan dari website si klien ke website perusahan startup itu? Di sebuah perusahaan yang terdiri dari cukup banyak programer, apa lagi dipimpin oleh seorang contry head yang ngakunya programmer paling hebat se-Indonesia, seharusnya masalah mindahan puluhan ribu foto bukanlah perkara yang terlalu sulit. Programer paling hebat Se-Indonesia loh! Jangan salah.

Maka ide brilian pun muncul. Country Head yang mengaku programer paling hebat se-Indonesia ini memutuskan untuk memindahkan secara manual puluhan ribu foto-foto tersebut. YES! Benar sekali! Memindahkan SECARA MANUAL! Manual secara harafiah. No Joke! Dan akhirnya sebuah divisi pun harus diperas dan ditekan untuk menyelesaikan tugas brilian ini. Puluhan ribu foto kemudian dikirimkan dalam bentuk file, yang sudah difilter berdasarkan nama peserta yang mengupload foto tersebut. Lalu kemudian secara manual kita UPLOAD ULANG foto-foto tersebut di website kita sendiri. Saya benar-benar serius, semua proses tersebut dilakukan manual. Prosesnya dimulai dari bikinin account untuk peserta, dilanjutkan dengan upload foto-foto hasil jepretan peserta, dilanjutkan dengan copy-paste tiap photo caption yang ada.

Saya dan rekan-rekan kerja satu divisi tahu bahwa ini adalah kebodohan dan ketololan. Namun yang lebih menyedihkannya lagi, kita terpaksa harus ikut terlibat dalam kebodohan ini. Apa landasan dari itu semua? Sudah jelas bahwa ini adalah klien besar, dan ini kompetisi besar. Pastinya jika sukses maka kita bisa maju dengan plan kompetisi foto versi kita sendiri. Dimana kenyataanya adalah, setelah kompetisi ini berakhir, sang klien tidak berminat untuk membuat kompetisi lain dengan perusahan start up ini.

Saya terbawa ke masa-masa di mana tim di divisi saya harus banting tulang untuk memindahkan puluhan ribu foto-foto, dari website si klien ke website kita sendiri. Sebuah proses yang dilakukan pagi, siang, sore, malam, subuh selama hampir sebulan dan dikerjakan dibawah tekanan si bapak Country Head yang mengaku Programmer Paling Hebat Se-Indonesia itu. Apalagi ditambah kenyataan bahwa hampir tidak ada peserta yang mensubmit foto-fotonya di website kita langsung. Sehingga 99% foto yang terupload di website kita adalah hasil pindahan besar-besaran dari website si klien. Jelas saja, karena seluruh peserta sebenarnya hanya diarahkan untuk submit fotonya via website si klien langsung, di hari-hari terakhirnya saja diumumkan bahwa foto juga bisa diupload di website kita. Sebuah kesia-siaan.

Lalu ketika semua hal itu berakhir, ketika kompetisi ini berakhir. Tahu kah kalian apa bayaran yang didapat perusahan start up ini? Apakah uang jasa senilai ratusan juta rupiah? Jika kalian berpikir seperti demikian, maka siap-siaplah tertawa, karena bayaran yang perusahaan ini dapat adalah sejumlah voucher yang akan expire dalam waktu tiga bulan lagi. YES, benar sekali! Kita dibayar pake voucher... yang akan basi 3 bulan lagi. Yang hanya bisa dipakai pada weekdays saja! Yes ini bukan bercanda! Itupun masih termasuk untung, karena tadinya perusahaan ini nggak akan dapat bayaran apa-apa sama sekali selain ucapan terima kasih.

Itulah yang didapat dari hasil membual karyawan sales berpaha mulus, dari hasil memaksa masuk ke sebuah aktivitas kompetisi foto yang sebenarnya sudah siap segalanya, dari hasil pemikiran seorang programer paling hebat Se-Indonesia... Sejumlah Voucher. Ditambah kenyataan bahwa sang klien pun tidak berminat untuk mengadakan kerja sama lain dalam membuat kompetisi foto. Saya dan rekan-rekan di divisi saya sebenarnya tidak begitu kaget, karena sudah terlalu sering mendapat kenyataan klien dibikinin kompetisi gratis mulai dari platform, cari partisipan sendiri, hingga hadiah iPhone 5S dari kantong perusahan kita sendiri, lalu dengan harapan sang klien berikutnya mau lanjut bikin kompetisi dengan dikenakan bayaran. Namun pada kenyataanya tidak ada klien yang mau lanjut setelah masa campaign yang gratis selesai.

Dan sekarang, saya dan teman-teman saya mengingat kembali kenangan tolol dan konyol itu dalam tawa canda dan seringai. Menghina habis-habisan diri kita kenapa kita bisa terjebak dalam perusahaan yang penuh kekonyolan itu. Menertawai diri sendiri akan kenyataan bahwa kita pernah bekerja untuk boss yang bodoh dan mau saja dibodoh-bodohi. Sudah lebih dari 2 tahun yang lalu peristiwa konyol itu terjadi, namun sampai sekarang hal itu masih berhasil membuat kita kembali saling menghujat setiap membahas apapun pengalaman bekerja di perusahaan itu. Sebuah pengalaman yang sulit untuk dilupakan, saking tolol dan konyolnya pengalaman itu. Hahaha...



Note : Nama klien tidak saya sebutkan dan nama perusahaan tempat saya pernah bekerja tidak saya sebutkan untuk mencegah mantan Country Head saya mencoba menuntut saya lagi untuk hal-hal konyol.


regards,

June 15, 2017

Movie Review - The Mummy

img:craveonline

Cukup kaget mengetahui seorang Tom Cruise bermain dalam film model seperti ini. Mengingat image dia sudah begitu melekat dalam film-film action, sehingga gua pribadi akan kaget mengetahui mantan suami Katie Holmes ini main film model beginian.

The Mummy berkisah Nicholas yang diperankan oleh Tom Cruise, yang tanpa sengaja menemukan sebuah makam kuno berisi mummy. Dikarenakan penemuan ini begitu berharga, maka peti mumi yang ditemukan jauh dari wilayah mesir ini diangkut untuk kemudian dipelajari. Sayangnya, hal ini malah membawa malapetaka bagi manusia.

Cerita film ini memang sebenarnya biasa saja, namun akting tom cruise yang kharismatik serta tidak jaim membuat film ini menyenangkan untuk ditonton. Tidak hanya itu, film ini juga merupakan salah satu film dari Dark Universe yang mencoba mengambil konsep seperti Marvel Universe, dimana nantinya akan ada film-film lain juga yang saling berkaitan satu sama lain.

Untuk sebuah film hiburan, The Mummy bisa dijadikan salah satu pilihan buat ditonton. Mengingat sekarang bulan-bulan ini stok film baru lagi tidak banyak. Jadi, tidak ada salahnya menjadikan The Mummy sebagai tontonan hiburan minggu ini.


Score : 6.5 / 10



regards,

May 5, 2017

Movie Review - The Circle

img:google
Ketika sebuah film mencoba untuk mendeskripsikan bagaimana masa depan dunia ini akan berlangsung, bagaimana teknologi yang mengemuka di masa tersebut, bagaimana cara manusia bereaksi terhadap perkembangan dunia, maka segala aspek yang ada di film tersebut harus tampak masuk akal. Terlebih lagi, bagaimana cara film itu bercerita juga harus bisa diterima oleh penonton yang masih menetap di masa sekarang. Sehingga ketika sebuah film macam The Circle yang seolah ingin menjadi peramal masa depan, namun berakhir menjadi sebuah tontonan yang agak menyedihkan.

Berkisah tentang Mae Holland yang akhirnya mendapatkan pekerjaan disalah satu perusahaan ternama "The Circle" yang terkenal akan berbagai inovasinya yang menarik. Rupanya bekerja di sana mengharuskan Mae bukan hanya bekerja, melainkan bersosialisasi dan melakukan berbagai aktivitas lain bahkan sampai tinggal dilingkungan kantor. Tidak hanya itu, teknologi yang sedang dikembangkan oleh perusahaan ini juga secara perlahan memberikan rasa khawatir dan cenderung menakutkan, sehingga pada akhirnya seluruh kebahagiaan yang Mae rasakan saat bekerja disebut harus dibayar dengan harga yang cukup menyakitkan.

Apa yang membuat film ini jadi tampak menyedihkan? Yaitu bagaimana film ini selalu gagal menyampaikan gagasan-gagasannya sementara durasi pada film ini terbilang cukup panjang. Semuanya terasa serba nanggung dan serba kurang atau bahkan terlalu hipotesis. Alur cerita yang lambat namun tanpa diimbangi dengan asupan informasi yang membuat penonton merasa tidak percuma melewati leletnya perkembangan cerita pada film ini. Kemajuan teknologi yang diceritakan pada film ini memang mungkin saja bisa terjadi di masa mendatang, namun sayangnya tidak digarap dengan begitu matang, sehingga teknologi-teknologi hebat yang disajikan pada film ini terkesan begitu mengada-ngada.

Walaupun sebenarnya film ini memiliki pesan moral yang cukup baik dan bahkan sangat mewakili keadaan pada dunia zaman ini, hanya saja segala kelemahan yang terdapat pada film ini hampir menutupi nilai-nilai bagus dan luhur yang terdapat pada film ini. Akting Emma Watson sebagai Mae juga terbilang standar-standar saja, sementara akting Tom Hanks sebagai Eamon Bailey masih bisa dimaafkan karena Tom Hanks berhasil mewujudkan karakter yang hangat dan bersahabat serta visioner. John Boyega yang berperan sebagai salah satu teman kerja Mae yang sebenarnya cukup memegang peranan penting, malah tampak tidak begitu penting pada film ini.

Secara keseluruhan The Circle sebenarnya bukan merupakan film yang terlalu buruk untuk disaksikan. Masih terdapat hal-hal cukup bagus yang bisa disaksikan di film ini, terlebih mengenai bagaimana penerapan teknologi yang tidak matang bisa berakibat pada sesuatu yang buruk. Namun untuk menjadi film ini sebagai sesuatu yang mengesankan, rasanya masih kurang.



Score : 5.5 / 10




regards,

May 2, 2017

Movie Review - The Last Word

img:vimeo.com
Apa yang terjadi jika kamu bertemu dengan seorang nenek-nenek yang tukang kendali dan kamu harus memasuki kehidupannya selama beberapa pekan? Apakah kamu akan masuk dalam kendalinya atau kamu malah akan berontak untuk melepaskan diri dari kendalinya, atau kamu malah menemukan nilai-nilai baru dalam hidupmu yang belum pernah kamu temukan sebelumnya? Jika kamu belum menemukan pilihan jawaban kamu, maka film ini bisa menjadi referensi kamu.

The Last Word berkisah tentang seorang penulis obituary atau berita duka bernama Anne Sherman yang pekerjaannya mulai diganggu oleh seorang Pensiunan direktur sebuah perusahaan iklan ternama Harriet. Kehadiran Harriet rupanya karena dia ingin mengatur agar ketika meninggal nanti, Anne Sherman akan membuatkan obituary yang sesuai dengan yang telah dia atur. Hal ini lah yang kemudian memaksa Anne untuk menyelami kehidupan Harriet gua mencari fakta-fakta yang bisa dijadikan bahan penulisan Obituary-nya. Namun semakin lama Anne memasuki kehidupan Harriet, semakin dirinya menyadari bahwa apa yang ia lakukan sekarang ini mampu merubah hidupnya.

Gua tidak menyangka bahwa film yang gua saksikan dibioskop ini bisa menjadi salah satu film menarik yang pernah gua tonton sepanjang tahun ini. Cerita pada film ini begitu mendalam, namun tidak terlalu dalam hingga menjadi filosofis. Ceritanya juga tidak bertele-tele namun tidak memaksakan diri untuk tampil cepat, sehingga penonton bisa duduk tenang menikmati setiap adegan dengan tenang dan nyaman. Chemisty antara Anne dan Harriet juga dapat terjalin dengan baik tanpa terlihat unsur memaksakan diri, hal ini terjadi karena antara Shirley MacLaine dan Amanda Seyfried bermain dengan lembut dan natural. Di sisi lain, nilai-nilai kehidupan juga bisa didapatkan pada film ini, yang sedikit banyak dapat memberikan pencerahan pada diri kita yang seolah masih bersembunyi dalam pekerjaan-pekerjaan yang tampaknya baik-baik saja, namun sebenarnya buka merupakan passion kita. Namun yang pasti menjadi nilai utama adalah karakter Harriet sendiri serta latar belakangnya yang membuat film ini menjadi begitu menarik, walaupun disatu sisi akan tampak klise. Apa lagi adegan kematiannya yang begitu sederhana, tanpa kejutan namun begitu mendalam, sehingga sanggup membuat saya terenyuh dan terpaku akan adegan yang memang pada akhirnya akan hadir ini.

Secara garis besar film ini seperti sebuah harta karun diantara kumpulan film action, horror atau fiksi ilmiah yang saat ini sedang berseliweran dibioskop. Menonton film ini seolah memberikan anda sebuah asupan nilai-nilai kehidupan yang walaupun agak klise cara penyampaiannya, namun masih bisa diterima oleh akal sehat dan nurani.


Score : 7 / 10



 regards,

April 21, 2017

I Discover My Gravity


Bumi merupakan sebuah maha gravitasi yang ampuh menarik seluruh benda dan mahluk hidup untuk tetap menyatu dengannya. Sekuat apapun kita melompat, setinggi apapun kita melesat ke udara, kita akan selalu kembali mendarat di bumi. Begitu kuatnya gravitasi bumi, sehingga sanggup menarik benda-benda luar angkasa yang berada disekitar bumi, tertarik ke dalam atmosfer bumi, hingga akhirnya mendarat di bumi akibat tarikan gravitasi bumi yang dasyat. Tidak heran, jika bumi sampai sekarang masih diketahui sebagai satu-satunya planet yang memiliki unsur kehidupan mutlak berkat kekuatan gravitasi ini.

Lalu jika bumi adalah gravitasi dari sebuah kehidupan universal, maka apakah ada gravitasi lain yang juga memiliki pengaruh kuat sehingga apapun atau siapapun akan selalu tertarik untuk mendekatinya? Jawabannya adalah ADA dan bahkan BANYAK! Apa saja? Mari kita telusuri satu-persatu.

Contoh gravitasi lain yang sebenarnya merupakan hal esensial dalam kehidupan adalah air. Siapa yang tidak butuh air? Semua mahluk hidup yang ada di muka bumi ini jelas membutuhkan air. Siapa yang tidak membutuhkan air? Sehebat apapun mahluk hidup, sekuat apapun kita, jika sudah mengalami dehidrasi parah, maka air sudah menjadi satu-satunya hal yang akan dicari secara membabi-buta untuk melepas dahaga. Jika terdapat pilihan antar Air dan Emas, sebagian besar orang memang akan memilih emas, karena mereka memang menginginkannya. Namun jika sudah saatnya mereka membutuhkan air, yakinlah mereka akan menurkarkan seluruh emas yang mereka punya demi sebuah pelepas dahaga jika memang itu diperlukan.

img:thejakartapost
Contoh lain dari dari sebuah gravitasi adalah Warteg. Sebuah warung makan pinggir jalan dengan menu murah meriah serta pilihan lauk yang beraneka ragam. Warung makan ini memang identik dengan warung makan kelas bawah, namun sudah jelas bahwa warung makan ini adalah sebuah jalan keluar dari kebutuhan pangan hampir setiap orang. Hampir sama dengan air, warteg bisa dibilang bukan sesuatu yang dinginkan, namun dibutuhkan. Pada dasarnya setiap orang ingin makan ditempat-tempat yang mewah dan fancy. Dengan interior restoran yang instagramable, menu-menu yang lezat dan nikmat, harga mahal yang mewakili kelas sosial dari para pengunjungnya, hingga pelayanan bintang lima yang super ramah dan murah senyum, yang membuat Anda akan merasa seperti raja. Saya percaya semua orang menginginkan makan ditempat-tempat seperti itu, namun apakah mungkin kita akan selalu menginginkan makan ditempat mahal yang menguras uang seperti itu? Tentu saja tidak. Ketika keuangan kita menipis, ketika kita rindu akan sentuhan makanan yang nikmat merakyat, serta rasa yang membumi namun memiliki kelezatan tak terlupakan. Maka warteg akan menjadi gravitasi yang menarik kita untuk kembali mendatanginya dan menikmati sajiannya.

Jangan lupakan Colonel Sanders dengan resep ayam gorengnya yang kini menjadi kiblat orang dalam menikmati ayam goreng tepung yang lezat. Siapa yang tidak kenal KFC? Semua orang pasti sudah tahu betul restoran yang menyediakan ayam goreng dengan kelezatan terbaik hasil dari paduan 11 bumbu rahasia mereka. Berkat bakatnya yang luar biasa dalam bidang kuliner khususnya pengolahan ayam goreng, Colonel Sanders telah bertransformasi menjadi sebuah gravitasi untuk setiap orang yang ingin berkonsulitasi mengenai kuliner pada zamannya.
img:kingofwallpaper-fanpop
Lalu kemudian ada Vogue, majalah fesyen ternama yang juga telah menjadi kiblat atau gravitasi fesyen di seluruh dunia. Setiap penggiat fesyen entah itu model, fashion blogger, fashionista, desainer kenamaan dunia dan lainnya selalu menjadikan majalah ini menjadi kitab gravitasi fesyen bagi mereka. Setiap ayat yang diucapkan oleh majalah ini, akan selalu diamini oleh seluruh penggiat fesyen di seluruh dunia. Mereka akan selalu mengacu pada apa yang Vogue sebut sebagai high fashion dan mengaplikasikannya pada penampilan mereka sehari-hari.

Lalu apakah ada contoh gravitasi lain lagi? Ya ada. Gravitasi saya sendiri, dan dengan ini izinkan saya bercerita mengenai bagaimana saya menemukan gravitasi saya.



Jika ketika kecil saya ditanya, ingin menjadi apa ketika sudah besar? Maka saya akan menjawab dengan mantab; menjadi direktur. Entah direktur perusahaan apa, saya tidak peduli, yang jelas saya ingin menjadi direktur. Karena di mata saya saat itu, posisi direktur adalah posisi yang paling penting pada sebuah perusahaan. Sebuah posisi wahid yang berfungsi mengatur seluruh orang-orang yang bekerja di perusahaan. Semua orang akan menghormati direktur, tunduk akan perintah direktur, dan mengerjakan apapun yang direktur perintahkan. Memang sebuah cita-cita yang lugu atau bahkan terkesan naif, namun itulah yang saya inginkan ketika kecil. Ketika saya belum memahami apa jati diri saya, apa passion saya dan apa kemampuan saya.

Menginjak usia SD, saya mulai dikenalkan dengan kegiatan mengarang. Sebagai salah satu materi pada kurikulum Bahasa Indonesia, mengarang menjadi salah satu pelajaran yang harus saya pahami saat itu. Dan tidak adalah cara yang paling sempurna dalam memahami pelajaran mengarang selain dengan membuat sebuah karangan. Dari sinilah saya mulai menemukan kesukaan saya akan dunia tulis menulis. Seiring berjalannya waktu, kegiatan menulis atau mengarang menjadi sebuah kegiatan favorit saya. Hasilnya, saya selalu mendapat nilai bagus ketika mendapat tugas mengarang.

Memasuki masa SMP, saya mulai semakin menyukai aktivitas menulis. Seperti biasa, ketika tugas mengarang diberikan, saya akan menjadi orang yang paling semangat mengerjakannya. Gairah saya dalam membuat karangan berbanding lurus dengan hasil nilai yang saya dapat untuk setiap cerita-cerita karangan saya. Saya dikenal oleh guru sebagai siswa yang pandai membuat sebuah tulisan karangan.

Memasuki usia SMA, adalah saat dimana saya mulai mengenal internet. Mengenal internet, seolah membawa saya untuk membuka jendela dunia baru yang belum pernah saya temui sebelumnya. Pada masa-masa inilah saya mulai mengenal istilah browsing situs-situs, membuat e-mail, chatting menggunakan Yahoo atau MIRC, dan lain-lain. Pada masa ini pula saya mulai berkenalan dengan dunia blog, sebuah media menulis yang menjadi awal penajaman kemampuan saya dalam dunia tulis menulis. Masih ingat saat itu saya membuat blog dengan nama domain yang super norak dan menggunakan email dengan alamat email yang super norak juga. Maka jadilah blog pertama saya yang biasa saya isi dengan berbagai tulisan apapun yang ingin saya tulis. Mulai dari cerita-cerita yang tidak jelas, jurnal harian, bahkan hingga kumpulan tulisan-tulisan yang saya copy-paste dari berbagai sumber.

Namun dikarenakan pada saat itu saya masih terlalu rajin bereksplorasi tanpa memikirkan bagaimana cara me-maintenance apa yang sudah saya buat atau ciptakan, blog itu akhirnya terlupakan. Selain itu, pada masa-masa ini juga saya sedang menikmati hobi baru yaitu membaca. Khususnya membaca novel. Beragam judul novel-novel pop modern sudah saya lahap. Mulai dari Harry Potter, Supernova, Eragon dan masih banyak lagi. Seluruh novel tersebut saya baca bukan hanya untuk menikmati ceritanya saja, namun juga untuk mempelajari teknik penulisan dari masing-masing penulis tersebut.

Hingga pada akhirnya saya memasuki dunia perkuliahan dan saya mulai memahami bahwa yang saya inginkan adalah menulis. Saya merasa bahwa skill saya yang paling baik adalah dalam bidang menulis. Saya sendiri juga sudah mulai kembali menulis blog dengan blog yang lebih membumi. Di blog saya kali ini, saya menulis dengan passion. Saya selalu bergairah ketika menulis apapun di blog saya. Saya mencurahkan seluruh pikiran dan isi hati saya dalam rangkaian kata-kata yang nyaman untuk dibaca. Mulai dari tulisan opini, cerita-cerita singkat, hingga review-review film. Dan dari sini saya mulai menemukan gravitasi saya.
Saya menyadari bahwa kemampuan menulis saya secara perlahan meningkat, seiring dengan semakin rajinnya saya menulis blog serta semakin banyaknya materi bacaan yang telah saya pelajari. Saya secara perlahan tapi pasti mulai menemukan style menulis saya. Dan oleh karena itu pula, saya mulai mengetahui ke arah mana cita-cita saya seharusnya. Bukan lagi menjadi seorang direktur, namun menjadi seseorang yang dikenal akan kemampuan menulisnya.

Salah satu tolak ukuran keberhasilan saya dalam menulis adalah ketika saya berhasil membuat sebuah cerita bersambung yang sanggup menarik banyak pembaca. Mereka seolah dibius untuk menjadi candu terhadap update terbaru cerita saya. Setiap minggu mereka menunggu update terbaru dari cerita bersambung saya dengan antusia, dan begitu ceritanya akhirnya tiba di bab terakhir, para pembaca merasa puas akan sajian cerita yang telah saya buat.

Lain lagi ketika saya yang juga merupakan seorang pecinta film, dan tidak bisa melewatkan 1 minggu tanpa setidaknya 2 - 3 kali ke bioskop, mulai rajin menulis review dari berbagai film yang saya tonton. Salah satu reviewnya bahkan membawa saya keluar sebagai salah satu juara utama sebuah lomba review film yang diselenggarakan salah satu jaringan bioskop ternama. Satu unit Samsung Galaxy Note III berhasil saya miliki berkat review film saya tersebut. Berkat kemampuan menulis review saya itu pula, saya akhirnya sering diundang untuk menghadiri berbagai acara pemutaran perdana film.

Kamampuan saya dalam menulis jugalah yang berhasil membawa saya pada pengalaman bekerja saya pertama kali. Setelah lulus kuliah saya diterima di salah satu perusahaan online movie magazine sebagai salah satu content writer. Dimana yang pada awalnya saya hanya fokus membuat berita mengenai informasi soal film-film terbaru, membuat preview dan review dari film-film terbaru, sampai pada akhirnya saya dipercaya sebagai salah satu script writer dari segmen khusus Muvila Flash di majalah online tersebut. Dimana Muvila Flash merupakan sebuah segmen video yang memberitakan berbagai informasi mengenai film-film terbaru serta fakta-fakta menarik soal dunia hiburan, dan saya ditugaskan untuk membuat naskah acaranya. Salah satu contoh videonya bisa Anda lihat di bawah ini.



Kemampuan saya dalam menulis content pulalah yang kemudian mengantarkan saya pada sebuah posisi Head of Content & Social Media di perusahaan berikutnya. Dimana di sana saya sudah lebih ke arah managerial dan mengajarkan teknik-teknik menulis yang baik dan sesuai dengan permintaan klien.

Sampai di titik ini, saya sudah menyadari bahwa menulis adalah gravitasi saya. Dengan menulis, saya bisa menarik banyak perhatian orang untuk ikut menikmati dan tenggelam dalam imajinasi tulisan saya. Lalu apakah saya bisa menjadi sebuah gravitasi kuat tanpa didukung oleh perangkat yang juga memancarkan gravitasi hebat? Tentu saja tidak. Karena setiap orang hebat pasti akan selalu didukung oleh kehebatan lainnya, dan Smartphone Luna adalah sebuah perangkat hebat yang sanggup mendukung siapapun untuk tampil percaya diri dan menjadi gravitasi. Lalu apa itu Luna?


Smatphone besutan perusahaan Foxconn ini hadir sebagai sebuah smartphone yang walaupun menggunakan sistem operasi Android, namun berhasil memberikan citarasa premium iPhone pada tampilannya. Tidak heran jika tampilan Luna bisa tampak premium seperti ini, mengingat Foxconn sendiri sebelumnya telah lama dipercaya oleh Apple untuk memproduksi lini ponsel terkenal iPhone. Jadi, dengan begini kualitas body dan design Luna Smartphone sudah tidak perlu diragukan lagi. Pemilihan bahan berupa logam terbaik dengan teknik pembuatan 8 CNC Process, hingga sentuhan akhir yang presisi dan super detil dari setiap prosesnya membuat ponsel ini tampak begitu premiun, cantik namun tetap bergravitasi tinggi.

Sebelum mulai mengeluarkan gravitasinya di Indonesia, Luna Smartphone telah menjadi gravitasi kuat di Korea Selatan. Hal ini terlihat dari begitu antusiasnya para penggila gadget di negeri K-Pop tersebut akan kehadiran Smartphone keren ini. Berkat nama harum yang sudah didapatkan di Korea Selatan, serta kualitas ponsel premium yang sudah berstandar Internasional ini, membuat Luna bisa dengan mantap menjejakkan kiprahnya di tanah air Indonesia dan mulai memancarkan daya tarik universalnya. Lalu, sebenarnya apa sih keunggulan-keunggulan dari Smartphone yang tampil premium namun dengan harga yang masih terjangkau ini? Kita lihat yuk detail spesifikasinya dibawah ini.



Seperti yang sudah dijelaskan diatas, Luna Smartphone hadir dengan design yang cantik namun tidak asal cantik. Material logam yang digunakan pada proses pembuatan body smartphone ini dikerjakan dengan metode 8 CNC. CNC sendiri merupakan singkatan dari Computer Numeric Control yang bertugas memproses logam dengan tingkat presisi tinggi serta dengan finishing yang cantik. Foxconn percaya diri dengan design Smartphone Luna ini, karena mereka bisa mengaplikasikan proses pembuatan body ponsel sekelas iPhone pada produk ponsel mereka sendiri.


Berkat kehebatan teknologi yang dimiliki Foxconn ini, Luna hadir sebagai salah satu smartphone tipis dan ringan. Anda bisa dengan percaya diri menenteng sebuah ponsel yang seolah sanggup menaikan kelas sosial anda ke level terbaru. Karena tipis dan cantiknya dimensi ponsel ini, sehingga Luna Smartphone tampak sebagai ponsel yang mahal dan elegan.



Selain desain ponselnya yang luar biasa, Luna juga dibekali dengan layar IPS 5,5 inci dengan resolusi Full High Definition 1920 x 1080. Apa itu Full High Definition? Ini adalah sebuah istilah dalam teknologi layar yang sanggup memberikan gambar dengan resolusi tinggi sampai pada level 1920 x 1080, sehingga gambar tambah jernih seolah Anda melihatnya langsung. Resolusi ini juga telah menjadi standar internasional yang telah diterapkan dihampir seluruh layar; mulai dari layar televisi hingga layar ponsel. Apalagi dengan ditambah Pixel Density 480 dpi, membuat setiap detail gambar yang tampil terlihat begitu sempurna dan rapat. Panel layar IPS seluas 5,5 inci, membuat Anda bisa leluasa melakukan berbagai aktivitas dengan puas tanpa gangguan. Jangan salahkan Luna jika Anda akan selalu terpukau dengan kejernihan layar, begitu kayanya warna, serta ketajaman tampilan yang disajikan Luna Smartphone untuk memanjakan mata Anda. Karena Luna hadir sebagai ponsel terbaik untuk Anda pecinta kualitas.




Sementara, untuk melindungi kesempurnaan visual pada layar Luna Smartphone ini, teknologi Gorilla Glass 3 telah diaplikasikan dengan peningkatan fitur Never Damage Resistance yang menjaga ponsel Luna dari goresan-goresan fisik. Sehingga Anda akan selalu percaya diri dengan ponsel yang selalu tampil mulus tanpa cacat.

Ini adalah salah satu fitur yang menjadikan Luna pantas disejajarkan dengan berbagai smartphone flagship lainnya. Kekuatan kamera 13 megapixel-nya sanggup memberikan hasil foto dengan kualitas yang tidak jauh berbeda dengan iPhone 6 sekalipun. Tidak heran jika fotografer sekaliber Arbain Rambey juga mengamini kualitas gambar hasil tangkapan kamera 13 megapixel milik Luna ini. Dan tidak heran juga jika salah satu fokus Brand Positioning Luna adalah pada sektor kamera. Kehebatan Kamera 13 megapixel milik ponsel yang perakitannya ternyata dilakukan oleh Luna Indonesia sendiri di pabriknya di Semarang, Jawa Tengah, juga telah dipersenjatai dengan kemampuan Wide Angle 80 derajat, F 2,0 Aperture dan Dual Tone LED Flash.



Sementara itu, kemampuan kamera selfie pada ponsel Luna ini telah disempurnakan dengan kehadiran kamera berkemampuan 8 megapixel yang sanggup memberikan kualitas gambar tajam. Jadi Anda tidak perlu khawatir dengan kualitas kamera depan Luna ini saat Anda melakukan berbagai kegiatan mulai dari sekedar selfie atau melakukan panggilan video.

Kehebatan kamera LUNA yang memiliki kualitas fotografi setara dengan iPhone 6, pastinya benar-benar membantu saya untuk bisa meraih lebih dalam setiap pekerjaan dan aktivitas saya. Seperti ketika saya hendak membuat sebuah tulisan yang membutuhkan ilustrasi foto dan gambar, kamera utama LUNA bisa menjadi dukungan sempurna untuk saya mendapatkan gambar yang terbaik. Dengan begini, kualitas tulisan saya akan menjadi lebih sempurna berkat dukungan foto-foto terbaik hasil tangkapan kamera LUNA ini. Atau ketika saya melakukan photo hunting, kemampuan fotografi LUNA akan menjadi andalan saya untuk dapat menangkap setiap gambar dan momen terbaik dan menjadi sebuah keabadian yang sempurna. Sehingga saya bisa dengan percaya diri memamerkan hasil foto saya kepada teman-teman dan keluarga, atau mungkin saja dijadikan materi foto untuk berbagai keperluan seperti berita, artikel, ulasan dan lain sebagainya.


Hal lain yang juga menjadi keunggulan Luna Smartphone adalah dapur pacunya yang telah ditenagai dengan prosesor Snapdragon 801 besutan Qualcomm. Prosessor Quad-core dengan kecepatan 2,5GHz ini juga telah didukung dengan RAM yang mencapai 3 Gigabyte. Apa artinya ini? Artinya tak ada lagi yang bisa mempertanyakan kekuatan gravitasi Luna dalam segi performa. Berbagai aplikasi berat hingga game dengan grafis tinggi bisa dimainkan dengan lancar pada ponsel ini. Apalagi dengan ruangan penyimpanan internal yang mencapai 64 Gigabyte, membuat Anda hampir tidak memerlukan lagi slot memory card tambahan, karena ruangan yang luar biasa besar, telah tersedia untuk menyimpan berbagai kebutuhan Anda. Biarpun begitu, Luna tetap masih berbaik hati menyiapkan slot Micro SD tambahan jika Anda memang masih membutuhkan ruang penyimpanan lebih besar.


Snapdragron sendiri memang telah menjadi salah satu bahan baku primer dalam pembuatan ponsel bertenaga, dan Foxconn memang tidak mau main-main dengan ponsel Luna mereka. Salah satu chip prosessor terbaik Snapdragon dibenamkan untuk memberikan performa kelas atas pada ponsel cantik ini.
Untuk sektor baterai, Luna telah melengkapi teknologinya dengan baterai berkapasitas 3000mAh dan juga teknologi Fast Charge 2.0. Dimana dengan adanya teknologi ini, Anda bisa mengisi penuh baterai ponsel anda dari kosong hingga 80% hanya dalam waktu 1 jam saja.










Dengan berbagai limpahan keunggulan yang telah saya jelaskan diatas? Apakah Anda sudah merasakan bagaimana hebatnya Gravitasi Luna Smartphone ini? Saya sendiri sudah dari tadi merasakan daya tarik hebat yang dipancarkan oleh ponsel cantik ini. Dan saya sendiri juga tidak perlu meragukan lagi, bahwa Luna Smartphone akan hadir sebagai salah satu Gravitasi yang sanggup mengguncang dunia. Karena saya tahu, bahwa Luna hadir sebagai ponsel premium dengan design cantik namun dengan performa yang tidak main-main.


Lalu setelah semua yang saya ceritakan di atas, apakah masih ada lagi gravitasi-gravitasi lain yang luar biasa? Jawabanya IYA! Dan jawaban itu adalah KAMU.

Kamu adalah gravitasi lain yang siap mengguncang dunia. Kamu adalah daya tarik lain yang sanggup menarik apapun atau siapapun untuk datang dan membutuhkanmu. Kamu adalah gravitasi yang membuat siapapun melihat kamu sebagai sesuatu yang berbeda dari antara keseragaman. Sebuah gravitasi yang membuat kamu stand out diantara angkasa hampa tak bermagnet. Yang kamu butuhkan adalah menemukannya. Yang kamu butuhkan adalah mengetahui apa yang menjadi kemampuan kamu. Yang kamu butuhkan adalah sebuah medan kemampuan, yang terus diolah dengan kreativitas sehingga menjadi sebuah sinergi skill bermagnet yang pada akhirnya menciptakan sebuah gravitasi baru di semesta ini. Dan untuk membantu kamu menemukan gravitasi kamu, Smartphone Luna siap untuk menjadi temanmu dalam menemukan gravitasi jati dirimu.






regards,

March 24, 2017

Movie Review - The Devil's Candy

img:impawards

Boleh dibilang udah cukup lama gua nggak mengalami pengalaman menonton film horor yang sanggup membuat gua merasa ngeri saat menontonnya. Ngeri disini bukan karena adegannya yang sadis atau penampakan setannya yang menyeramkan. Tetapi ngeri karena film ini secara keseluruhan sanggup membuat penonton merasa ngeri. The Devil's Candy hadir sebagai sebuah film yang sanggup membuat film The Conjuring tampak kekanak-kanakan.

Berkisah seorang pelukis bernama Jesse yang membawa keluarganya pindah ke rumah baru. Walaupun sebelum memutuskan untuk membeli rumah tersebut, agen penjualnya telah mengatakan sebelumnya bahwa telah terjadi kasus kematian tidak wajar di rumah ini, namun Jesse dan istrinya tidak merasa takut akan hal itu. Kepindahan mereka ke rumah tersebut ternyata menjadi awal dari berbagai kejadian-kejadian mengerikan yang berujung pada sebuah pengungkapan fenomena yang cukup mengejutkan.

Sejak awal adegan film ini dimulai, atmosfer ngeri dan kesan seram langsung secara cepat menyeruak keluar. Membuat anda akan duduk diam di kursi dengan perasaan yang tidak nyaman dan rasa takut.  Lalu secara perlahan-lahan mental anda juga akan ditekan sampai pada akhirnya anda harus mengakui bahwa film ini berhasil tampil menyeramkan tanpa perlu ada adegan brutal dan penampakan hantu. Ucapan terima kasih dihanturkan kepada penata sound film ini yang berhasil menyulap unsur musik dan alat musik metal menjadi peningkat atmosfer seram. Klimaks pada film ini juga hadir dengan begitu menegangkan, intens, mengerikan dan sanggup membuat bulu kudu berdiri, yakin deh beberapa dari antara kalian yang nonton pasti akan meringis karena ikut merasakan ketakutan yang dialami para tokohnya.

Plot pada film ini sebenarnya cukup sederhana, namun sang sutradara berhasil membawa plot pada film ini seimbang dengan pengembangan dari tiap tokoh pada film ini serta beriringan dengan nuansa seram yang tidak pernah lepas dari tiap adegan yang ada. Serius deh, gua benar-benar mengagumi bagaimana film ini bisa berhasil dibuat dengan begitu seram dan gelap.

Hampir semua pemain pada film ini sepertinya bisa memerankan karakter mereka dengan baik dan berkembang. Palingan cuma karakter Astrid sang istri saja yang tidak terlalu dieksplorasi pada film ini, namun bukan berarti kehadiran dia hanya sebagai tempelan saja, karena pada dasarnya tokoh Astrid masih berfungsi sebagaimana seharusnya.

Secara keseluruhan The Devil's Candy sudah pasti menjadi salah satu film Favorit gua tahun ini. Film ini juga menjadi salah satu film yang berhasil membuat gua ingin cepat-cepat memiliki koleksi Bluray-nya karena begitu kerennya film ini. Film ini tanpa diragukan lagi menjadi salah satu film terseram tahun ini. Jadi buat kalian yang emang demen ama film horor, pokoknya jangan sampe nggak nonton film ini, karena benar-benar seperti sebuah hadiah indah untuk para pecinta film horror dan thriller.


Score : 8,5 / 10
Note : Film ini hanya tayang di Jaringan CGV/Blitz dan Cinemaxx



regards,

March 19, 2017

Movie Review - Beauty and The Beast

img:google
Apa yang orang harapkan dari sebuah remake film? Sesuatu yang baru? Atau hanya ingin menyaksikan cerita lama yang difilmkan kembali. Apalagi dari salah satu cerita paling terkenal yang pernah ada. Pastinya semua orang, khususnya penikmat film, ingin sesuatu yang bisa membuat film ini pantas hadir sebagai sebuah film remake yang memukau. Dan Beauty and The Beast sepertinya cukup berhasil menghidupkan kembali kisah klasik yang terkenal ini.

Alkisah tersebutlah seorang gadis cantik bernama Hermione Granger... maksudnya Belle. Diperankan oleh Emma Watson. Belle hidup sederhana, bersahaja namun tidak akrab dengan para penduduk desanya. Pemikiran Belle yang maju kedepan dan kesukaannya membaca buku membuat masyarakat didesanya enggan untuk menerima gadis ini. Pada suatu hari, Belle mendapati ayahnya ditawan disebuah kastil tua karena memetik sekuntum mawar di lingkungan kastil tersebut. Belle pun menghampir kastil tersebut untuk menjemput ayahnya, dan disinilah Belle pertama kali bertemu dengan The Beast, yang diperankan oleh Dan Stevens. Untuk membebaskan sang ayah, Belle melakukan pertukaran dimana sang ayah dibebaskan dan Belle tinggal sebagai tawanan. Dan dari sinilah cerita mengenai Beauty and The Beast dimulai.

Tidak mudah untuk menghidupkan kembali sebuah kisah terkenal yang sudah pernah difilmkan sebelumnya. Orang-orang pasti akan mengharapkan sesuatu yang lebih dari versi terbarunya, dan sepertinya Beauty and The Beast versi 2017 ini bermain aman. Lupakan mengenai issue tentang karakter gay pada film ini, karena nyatanya sifat gay pada karakter tersebut hanyalah tempelan dan tidak ada kaitannya dengan kelangsungan cerita film ini.

Untuk setting, okelah, film ini berhasil memberikan setting yang memadai dan cukup megah untuk film ini, walaupun jika dilihat lebih jeli setting pada film ini tidak semegah yang seharusnya. Detil pada film ini aman-aman saja. Mungkin sang sutradara memang hanya ingin fokus pada cerita pada film ini. Namun sayangnya ceritanya pun hampir semua orang sudah mengetahui, mengingat film ini dibuat sesuai dengan setting waktu pada cerita ini. Tidak seperti film Galih & Ratna yang berhasil mengambil resiko membawa kisah yang sama ke zaman modern. Film ini tetap setia dengan pakem-pakem yang ada, sehingga penonton sepertinya memang cuma ingin diajak bernostalgia saja. Permainan aman juga dilakukan pada sinematografi film ini, dimana lagi-lagi film ini bermain aman dengan mengambil gambar menggunakan sinematografi yang biasa saja. Tapi biarlah, toh film ini juga fokus pada nostalgia bukan ingin tampil dengan atmosfer baru. Nggak ada salahnya juga sih.

Akting Emma Watson pada film ini juga aman-aman saja, walaupun mungkin sebenarnya gua memang hanya fokus menganggumi si Emma yang tampak cantik di film ini, dan cukup menyadari pula bahwa karakter Belle ini agak mirip dengan karakter Emma Watson aslinya. Disisi lain gua juga merasa sepertinya Emma Watson kurang cocok untuk memerankan karakter ini.

Yang cukup gua kaget adalah sang the Beast sendiri. Enggak tau ya, di 2017 ini, ketika visual dan special effect sudah sebegitu maju, gua masih menemukan rasa-rasa "komputer" pada gerakan karakter The Beast ini. Cukup disayangkan saja sih menurut gua, seandainya karakter The Beast ini bisa lebih nyata lagi, pasti akan lebih

Secara keseluruhan, film ini masih sangat layak untuk dinikmati. Apalagi untuk anda yang ingin kembali menikmati sebuah kisah cinta yang tulus dan murni, serta menikmati kembali kisah dongeng yang dulu pernah populer. Ditambah dengan lagu-lagu yang enak didengar, film ini bisa menjadi sebuah pilihan tontonan yang bisa dinikmati ama pacar, temen atau ama keluarga. Film ini bagus kok, walaupun jauh dari Luar Biasa.


Score : 6.5  / 10


regards,

March 14, 2017

Movie Review - Galih & Ratna

img:filmgalihdanratna.com
Bisa dibilang udah cukup lama gua nggak pernah lagi menyaksikan film Indonesia dan ingin buru-buru pulang untuk menulis reviewnya, karena filmnya bagus. Dan hal ini terjadi kembali setelah gua menonton film Galih & Ratna. Sebuah remake dari film Indonesia yang pernah populer di zaman dulu.

Film ini berkisah tentang Ratna, seorang siswi SMA yang pindah ke Bogor untuk tinggal bersama tantenya. Di sekolah barunya, Ratna bertemu dengan siswa terpintar di sekolah itu yang bernama Galih. Pertemuan pertama mereka yang berakhir manis, berkembang menjadi sebuah kisah cinta yang indah. Galih dan Ratna berpacaran semasa SMA. Namun hubungan cinta mereka tidak selamanya mulus, pada akhirnya ada hal atau pihak yang membuat hubungan cinta mereka dilanda problema. Dan pada akhirnya tuntutan zaman membawa mereka pada kesimpulan yang seharusnya.

Apa yang membuat gua sangat menyukai film ini. Pertama adalah karena film ini digarap dengan profesional. Cita rasa film Crazy Little Thing Called Loved dari Thailand itu sedikit terasa pada film ini. Perasaan senang, geli, haru, sedih bercampur aduk saat menonton film ini. Hebatnya lagi, sang sutradara cukup berhasil memadukan unsur essensial yang jadul pada film ini ke dunia modern. Dimana penggunaan kaset Mixtape yang biasanya akan sulit jika diterapkan di film era zaman sekarang, ternyata berhasil dilestarikan dengan cara yang juga terbilang cerdas.

Hal lain yang gua suka adalah penggarapan teknis film ini. Film ini digarap dengan serius dan berkelas. Keliatan dari penggunaan jenis kamera, tata artistik serta pecahayaan dikerjakan dengan baik, sehingga gambar yang dihasilkan indah dan cerah. Mungkin kekurangan dari film ini adalah minimnya pengambilan gambar model bird's eye, apalagi setting film ini dilakukan di Bogor yang pastinya bisa memberikan sajian gambar yang indah.

Kedua pemerang utama berakting dengan baik, walaupun bagi gua akting Sheryl Sheinafia terlihat lebih halus daripada Refal Hady. Namun chemistry diantara keduanya berhasil terjalin, ada adegan-adegan yang menurut gua sulit, namun mereka berhasil memainkannya dengan baik. Seperti ketika Galih meminta Ratna bernyanyi dengan menggunakan ukulele, bagaimana reaksi Ratna yang salting dan malu-malu berhasil ditunjukan secara natural. Karakter lainnya, walaupun sebenarnya tidak memiliki kaitan langsung dengan para tokoh utama, dan bahkan seolah berdiri sendiri, namun tetap bisa memberikan hiburan buat penonton, sehingga anda bisa dibuat ketawa-ketawa sendiri sepanjang film.

Secara keseluruhan Galih & Ratna telah berhasil menjadi salah satu dari beberapa film Indonesia berkelas dengan cerita yang berkualitas. Walaupun film ini merupakan remake, namun membuatnya untuk bisa cocok dengan zaman sekarang tanpa harus menghilangkan unsur-unsur esensial dalam sebuah film, merupakan sebuah keberhasilan dari tujuan dibuatnya sebuah film remake. Dan pastinya Galih & Ratna akan membawa anda keluar dari bioskop dengan senyuman dan sebuah pemikiran yang baru.

 
Score : 8,5 / 10



regards,

March 10, 2017

Movie Review – Kong: Skull Island


img:impawards
Ini adalah salah satu film yang gua tunggu kehadirannya di bioskop. Dan akhirnya gua bisa menyaksikan film ini di bioskop tanah air. Lalu bagaimana film ini beraksi?

Berkisah mengenai perjalanan sekelompok ilmuwan yang ditemani oleh pasukan militer ke sebuah pulau yang belum pernah dikunjungi oleh manusia dari dunia luar. Pulau ini begitu sulit diakses lantaran di sekeliling pulang ini tertutup oleh badai abadi, sehingga hampir tidak banyak orang yang mau mendekati pulau ini. Namun berbekal bantuan helikopter militer serta keahlian mengemudikan helikopter, mereka akhirnya berhasil masuk ke dalam pulau tersebut. Dan akhirnya, apa yang selama ini dikira manusia hanya fantasi belaka, ternyata adalah sebuah kenyataan yang mengerikan.

Film ini benar-benar membawa sosok King Kong ke elemen yang baru. Dimana sebelumnya monster gorilla ini hanya berukuran 5 – 10 meter, namun kali ini ukurannya bisa mencapai setinggi gedung. Dan ini merupakan sesuatu yang gua suka, karena artinya lebih banyak keseruan yang bisa gua dapat. Namun sayangnya ada beberapa hal yang membuat film ini agak berkurang nilai kerennya. Pertama, ada banyak tokoh pada film ini, namun sayangnya tidak semua tokoh mendapatkan porsi yang sama, sehingga beberapa tokoh hanya tampil sebagai tempelan saja. Tidak hanya itu plotnya yang kurang rapih, membuat ada beberapa bagian pada film ini tampak membosankan.

Selebihnya, yang bisa kalian dapatkan adalah paket keseruan dan kengerian yang membuat Anda merasakan sebuah petualangan di dunia yang belum pernah kita lihat sama sekali. Banyaknya monster raksasa yang juga tinggal ditempat yang sama membuat kita terus-menerus disuguhkan berbagai adegan menarik yang super seru. Oh ya, jangan lupakan adegan amukan Kong saat kumpulan helicopter tiba di Skull Island, yang brutal dan keren banget. Serta adegan Pamungkas saat duel final kong dengan musuh bebuyutannya Skullcrawler, dimana adegan itu begitu intens, brutal, seru serta dengan durasi yang pas.

Secara keseluruhan, Kong: Skull Island hadir sebagai sebuah tontonan yang sanggup memberikan Anda sebuah petualangan yang tidak biasa. Terlepas dari kelemahan-kelemahan yang sudah pernah gua sebutkan diatas, film ini pastinya tidak boleh Anda lewatkan. Apalagi film ini merupakan pengantar sebelum film Godzilla VS Kong yang kemungkinan akan tayang pada tahun 2020.


Score : 7 / 10




regards,